SIDOARJO (RadarJatim.id) – Temuan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) terkait harga MinyaKita diatas harga eceran tertinggi (HET) yang masih dijual hingga Rp 22.000 per liter di sejumlah lapak Pasar Kalanganyar, Sidoarjo langsung direspons melalui percepatan distribusi dan operasi pasar.
Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya menggelontorkan 16.193 karton atau setara 194.316 liter MinyaKita ke lima pasar rakyat di Kabupaten Sidoarjo guna menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga sesuai HET.
BHS menegaskan MinyaKita merupakan minyak goreng bersubsidi yang dibiayai menggunakan anggaran negara sehingga seluruh rantai distribusinya harus diawasi secara ketat.
Pihaknya meminta Satgas Pangan bersama aparat kepolisian segera menelusuri penyebab harga yang masih melampaui HET agar subsidi pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat.
”MinyaKita ini barang subsidi yang harus dijual dengan harga sebenarnya karena menggunakan uang rakyat. Kalau ada yang menjual lebih mahal akibat permainan distribusi, tentu harus ditindak sesuai aturan,” kata BHS.
Menurut BHS, tingginya harga MinyaKita tidak boleh dibiarkan karena berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Ia meminta Satgas Pangan segera melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan rantai distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut.
”Satgas Pangan bersama aparat kepolisian harus segera melakukan pengawasan terhadap distribusi MinyaKita. Penindakan penting dilakukan agar kenaikan harga minyak goreng tidak berdampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur I tersebut.
Merespons kondisi di lapangan, Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya langsung mempercepat penyaluran MinyaKita ke pasar-pasar rakyat di Sidoarjo. Sebanyak 194.316 liter MinyaKita didistribusikan ke Pasar Larangan sebanyak 106.452 liter, Pasar Taman 16.920 liter, Pasar Krian Baru 33.600 liter, Pasar Porong 17.808 liter, serta Pasar Krian Lama 18.276 liter dan pasar Kalanganyar.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Fuad Indramitra mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari operasi pasar untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh MinyaKita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
”Kami di Bulog Kantor Cabang Surabaya berkomitmen penuh untuk terus mengawal ketersediaan bahan pangan pokok, termasuk MinyaKita. Penyaluran secara masif ke pasar-pasar strategis di Sidoarjo ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang stabil dan sesuai HET,” ujar Fuad.
Fuad memastikan Bulog akan terus memantau distribusi di lapangan agar rantai pasok berjalan lancar dan stok tetap tersedia. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena cadangan MinyaKita di wilayah operasional Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dalam kondisi aman.
”Kami akan terus memantau pergerakan di lapangan agar rantai pasok berjalan lancar tanpa kendala. Bulog memastikan cadangan komoditas pangan pokok berada dalam kondisi aman dan pasokan akan terus digelontorkan secara berkala ke pasar-pasar di wilayah operasional Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” pungkasnya. (RJ1)






