SUMENEP (Radarjatim.id) – Setetes darah dapat menjadi harapan bagi seseorang yang tengah berjuang mempertahankan hidup. Pesan kemanusiaan inilah yang terus digaungkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melalui edukasi dan kegiatan donor darah di tengah masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan pelaksanaan donor darah yang digelar di Kantor Kecamatan Guluk-Guluk. Kegiatan menyasar sekitar 50 kader PKK dan masyarakat umum, dengan melibatkan Tim Promosi Kesehatan (Promkes), Palang Merah Indonesia (PMI), serta PKK Pokja 4 Kabupaten Sumenep.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya donor darah sukarela, proses donor, sekaligus pemahaman untuk meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat memiliki informasi yang benar dan tidak lagi merasa takut atau ragu untuk mendonorkan darah selama memenuhi persyaratan kesehatan.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menegaskan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya sangat besar bagi orang lain. Menurutnya, kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi akibat kecelakaan, ibu yang mengalami kondisi darurat saat persalinan, maupun penderita talasemia.
“Donor darah bukan hanya tentang memberikan darah, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kesempatan hidup kepada orang lain. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak takut donor darah selama kondisi kesehatan memenuhi persyaratan,” ujar drg. Ellya Fardasah, M.Kes.
Ia juga mendorong agar kegiatan edukasi donor darah dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader PKK, masyarakat, generasi muda, serta berbagai unsur lainnya. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah.
“Kami berharap donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Mari kita bangun kesadaran bahwa donor darah secara sukarela merupakan kebiasaan baik yang bisa dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari kepedulian kita kepada sesama,” katanya.
Dari kegiatan di Kecamatan Guluk-Guluk tersebut, tercatat 5 orang berhasil melakukan donor darah. Meski jumlahnya masih terbatas, partisipasi tersebut menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat. Dinkes P2KB Sumenep bersama PMI dan seluruh pihak terkait diharapkan terus memperluas edukasi sehingga gerakan donor darah sukarela semakin tumbuh dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. (Musfiq)








