GRESIK (RadarJatim.id) – Berada di era transformasi pendidikan, guru tidak lagi sekadar berdiri di ruang kelas. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kecamatan Benjeng, Gresik menggelar aksi nyata melalui pertemuan rutin yang dikemas dalam bentuk pelatihan intensif di UPT SD Negeri 96 Gresik, Selasa (29/9/2026).
Dua fokus utama diusung dalam pertemuan ini, yakni memperdalam Penyusunan Modul Ajar Kokurikuler untuk penguatan karakter murid, serta menguasai Kelas Virtual berbasis Google Sites demi menghadirkan pembelajaran berbasis digital yang fleksibel.
Ketua KKG Gugus 1 Kecamatan Benjeng, Abdul Muin, menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan respons aktif pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara utuh dan berkelanjutan.
”Dunia anak-anak hari ini adalah dunia digital, sementara kebutuhan mendasar mereka tetap pada pembentukan karakter. Melalui forum ini, kami mendorong guru-guru di Gugus 1 agar tidak gagap teknologi, sekaligus tetap mampu merancang kegiatan pembelajaran yang bermakna dan terstruktur,” tegas Abdul Muin.
Sesi pertama berlangsung hangat dan reflektif bersama Kepala UPT SDN 94 Gresik, Hartik. Ia hadir sebagai pemateri penyusunan modul ajar kokurikuler. Dalam kesempatan ini, Hartik menekankan, kegiatan kokurikuler adalah jembatan emas untuk mengaitkan teori di kelas dengan realitas kehidupan siswa.
”Modul ajar kokurikuler bukan sekadar tumpukan kertas administrasi untuk memenuhi penilaian formal. Modul ini adalah peta jalan bagi guru untuk menumbuhkan nalar kritis dan karakter siswa melalui kegiatan praktis di luar jam pelajaran utama. Jika dirancang dengan hati dan konteks yang tepat, di sinilah potensi unik anak akan bersemi,” ungkap Hartik membakar semangat para peserta.
Memasuki sesi kedua, suasana berubah menjadi lebih interaktif saat Nikita, guru UPT SDN 96 Gresik, mengambil alih panggung sebagai pemateri kelas virtual. Menggunakan platform Google Sites, ia memandu para pendidik merancang situs pembelajaran yang mandiri, rapi, dan intuitif.
”Lewat Google Sites, kita bisa merangkum materi, video edukatif, hingga lembar kerja siswa dalam satu ‘ruang kelas’ digital yang estetis dan mudah diakses dari mana saja. Ini bukan tentang menggantikan peran guru di kelas, melainkan memperluas jangkauan belajar siswa tanpa batas ruang dan waktu,” papar Nikita, sembari mendampingi para peserta melakukan simulasi langsung pembuatan situs.
Hingga akhir kegiatan, para guru nampak antusias menyelesaikan draf modul, serta tampilan awal kelas virtual masing-masing. Langkah kolaboratif KKG Gugus 1 Kecamatan Benjeng ini menjadi bukti nyata, bahwa semangat pembaharuan pendidikan di tingkat sekolah dasar terus menyala dari ruang-ruang kelas di Gresik. (sha)
Kontributor: Muhammad Syaifullah








