SIDOARJO (RadarJatim.id) — Memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober, SMP Negeri 1 Sidoarjo menggelar kegiatan penayangan film sejarah G30S/PKI bagi seluruh siswanya, pada (3/10/2026) pagi.
Kegiatan rutin tahunan dilakukan di Aula Sekolag bagi siswa kelas VII dan VIII, sementara kelas VIII di kelas masing-masing.”Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat penguatan ideologi Pancasila serta mengasah literasi para peserta didik,” tutur Kepala SMP Negeri 1 Sidoarjo Matnuri, S.Pd M.Pd.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah preventif untuk memberikan pemahaman sejarah yang mendalam mengenai Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
“Selain itu, kami berharap agenda ini dapat membentengi generasi muda dari potensi penyebaran paham radikal maupun komunisme yang dilarang di Indonesia,” harap Abah Matnuri_sapaan akrabnya.
“Jadi, langkah ini diambil untuk membentengi anak-anak agar terhindar dari paham-paham radikal dan komunis. Pembelajaran sejarah ini penting agar mereka memahami bagaimana bahaya paham komunis yang pernah ingin merebut kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Dalam pemutaran film ini dirancang terintegrasi dengan program penguatan literasi. Seluruh siswa diwajibkan menyimak dan menuliskan ringkasan atau rangkuman hasil pengamatan mereka.
“Hasil penulisan tersebut nantinya akan dinilai secara langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia,” terangnya.
Pelaksanaan kegiatan penayangan film dibagi ke dalam beberapa titik ruang kelas dan fasilitas sekolah.
Siswa kelas 7 dan 8, telah mengikuti penayangan bersama di Aula Besar dengan pendampingan dari wali kelas dan para staf.

“Siswa kelas 9 menyaksikan penayangan di ruang kelas masing-masing dengan didampingi oleh wali kelas,” jelasnya.
Sekali lagi kami menegaskan bahwa penayangan bagi seluruh jenjang kelas 7, 8, dan 9 ini sangat penting, karena angkatan peserta didik saat ini belum pernah mendapatkan kesempatan menonton film sejarah tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.
“Sehingga melalui penayangan ini, diharapkan para siswa memiliki benteng ideologi yang kokoh serta daya kritis yang tinggi,” pungkas Abah Matnuri.(mad)







