SUMENEP (RadarJatim.id) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep resmi ditunjuk menjadi salah satu penerima program kesehatan untuk layanan penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Penetapan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan, khususnya penanganan penyakit katastropik bagi masyarakat Madura dan wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan program KJSU merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan jejaring antara rumah sakit daerah dan rumah sakit pengampu nasional.
“Melalui program ini, RSUD Sumenep mendapatkan pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sarana dan prasarana kesehatan guna mendukung pelayanan penyakit katastropik,” kata dr. Erliyati.
Menurut dia, program tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik tanpa harus dirujuk ke luar daerah, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat dan efektif.
“Dengan terpilihnya kami, RSUD Sumenep, dalam program KJSU, semoga kami mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadi pusat rujukan kesehatan yang lebih kuat bagi masyarakat Madura,” harapnya.
Menurut dr. Erli, hingga saat ini tenaga medis spesialis untuk layanan kanker dan uronefrologi sudah siap sedia di rumah sakit. Sementara itu, untuk tenaga spesialis jantung saat ini masih menjalani program pendidikan lanjutan.
Di sisi lain, pihak rumah sakit mengakui masih menghadapi tantangan untuk pemenuhan layanan stroke. Manajemen terus berupaya mencari dan mempersiapkan tenaga spesialis yang dibutuhkan agar seluruh lini layanan KJSU berjalan optimal.
“Untuk stroke memang belum ada, tetapi kami terus bergerak mempersiapkan SDM yang dibutuhkan. Harapan kami seluruh layanan ini segera siap sehingga masyarakat Sumenep bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap di daerah sendiri,” tandasnya. (FIK)





