SIDOARJO (RadarJatim.id) — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong pentingnya pembauran kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan iklim wilayah yang kondusif, aman, dan memikat bagi para investor.
Hal tersebut ditegaskan Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, M.Kes usai melantik FPK (Forum Pembaruan Kebangsaan) Kabupaten Sidoarjo Peridode 2026-2030 yang diketuai Sujani, S.Sos pada (23/6/2026) siang di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Sekda Fenny Apridawati menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang perbedaan agama, ras, maupun warna kulit, harus saling berbaur. Kerukunan dan kekompakan menjadi modal utama yang sangat dibutuhkan Kabupaten Sidoarjo saat ini.
“Yang dibutuhkan Sidoarjo saat ini adalah kerukunan dan kekompakan semua pihak, baik masyarakat maupun stakeholder lainnya. Jika suasana lebih kondusif, maka pembangunan di Sidoarjo akan berjalan lebih lancar dan lebih cepat lagi,” pintanya.
Kondisi wilayah yang stabil dan harmonis juga diyakini menjadi daya tarik utama bagi sektor ekonomi. “Investor pasti tertarik masuk kalau suasana di Kabupaten Sidoarjo ini kondusif,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto, S.Sos bahwa pembentukan forum ini merupakan langkah nyata dalam menjalankan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), yang mewajibkan setiap daerah memfasilitasi wadah pembauran demi memperkokoh persatuan bangsa.
Keberadaan forum resmi seperti ini dinilai sangat krusial, berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Saat terjadi gelombang pergerakan massa mahasiswa yang masif, Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus pada keaktifan ormas “plat merah” serta forum-forum daerah dalam meredam potensi konflik.
“Meski sekilas memiliki kemiripan dengan FKUB, FPK memiliki ranah fokus yang berbeda. Jika FKUB berfokus pada kerukunan antarumat beragama, maka FPK bergerak khusus pada penguatan kerukunan dan komunikasi antar-etnis atau suku,” tegas Fredik.
Dalam forum ini, Bakesbangpol Sidoarjo merangkul sekitar 22 etnis yang tercatat resmi di wilayah Sidoarjo. Perwakilan dari puluhan etnis tersebut dilibatkan secara aktif guna memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang komunikasi yang setara.
“Melalui komitmen dan sinergi jangka panjang dari para pengurus etnis yang telah berpengalaman, FPK diharapkan mampu menjadi jembatan dialog yang efektif guna mewujudkan Sidoarjo yang aman, damai, dan toleran,” harap Fredik.(mad)







