SIDOARJO (RadarJatim.id) Keberadaan kebun kelengkeng di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, saat ini mulai dikenal masyrakat dan jadi alternative tempat wisata. Untuk memaksimalkan keberadaan kebun kelengkeng tersebut, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS) mendorong agar menjadi tempat wisata edukasi.
“Saya hadir di kebun kelengkeng desa Tulangan, Kecamatna Tulangan ini untuk mengapresiasi pengelola. Kebun ini bisa dimaksimalkan dan berfungsi sebagai wisata edukasi,” kata BHS, Selasa (11/6/2026).
Pihaknya mendukung dan mendorong kebun kelengkeng Tulangan yang dihelola Bapak Yulianto agar menjadi tempat wisata edukasi. Dimana wisata edukasi ini terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga kuliner. Kebun kelengkeng ini juga memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Sidoarjo.
“Keberadaan kebun tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga edukasi tentang proses budidaya tanaman, cara pembibitan hingga proses menanam dan panen,” tambah anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini.
Wisata edukasi ini juga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah-sekolah yang ada di Sidoarjo. Sehingga siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga ada sisi proses belajarnya.. Dengan jumlah lembaga pendidikan di Sidoarjo yada maka dapat menjadi pasar sekaligus mitra edukasi bagi pengembangan kawasan wisata kebun kelengkeng.

Untuk itu penguatan ekosistem pendukung, seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta akses transportasi menuju wisata ini harus tersedia. “Saya juga minta agar dikembangkan dengan wisata kuliner. Dinas UMKM perlu mendukung agar pelaku usaha bisa tumbuh di sekitar sini. Selain itu, transportasi publik menuju lokasi juga harus diperhatikan agar masyarakat mudah mengakses,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, BHS juga memberikan bantuan dana kepada pengelola untuk dimanfaatkan mengembangkan wisata kelengkeng.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih, yang ikut mendampingi kunjungan di kebun kelengkeng menambahkan aik pengembangan kebun sebagai wisata edukasi memang perlu dilakukan. Dikatakan keberadaan kawasan ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar meski Sidoarjo dikenal sebagai wilayah perkotaan.
“Sidoarjo ini kota metropolitan, tapi ternyata masih ada potensi pertanian seperti kelengkeng. Bahkan ini salah satu yang terbesar, sekitar 1,5 hektare,” ujar Eni Rustianingsih.
Pihaknya berharap pengembangan wisata edukasi mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Harapannya bukan hanya petani yang sudah tua, tetapi generasi milenial juga tertarik di sektor pertanian.
“Kalau edukasi ini berjalan dan terintegrasi dengan pendidikan serta ekonomi, kami yakin ke depan bisa mengurangi pengangguran,” tegasnya.
Untuk melengkapi wisata edukasi, juga akan bakal diusulkan bantuan pengelolaan pupuk organic yang berasal dari kotoran hewan kambing yang lokasinya juga diarea tersebut. Sehingga hasil pupuk organic juga bisa dimanfaatkan untuk lahan di wisata tersebut.
Sementara itu, pengelola kebun kelengkeng Tulangan, Yulianto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan anggota DPR RI Komisi VII Bapak Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol. Pihaknya makin bersemangat dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan kebun kelengkeng yang selama ini memang sudah mulai banyak dikenal masyarakat.
“Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya dari bapak BHS. Harapannya tempat ini bisa terus dikembangkan agar lebih baik sebagai lokasi edukasi. Meski memang kendalanya karena keterbatasan lahan,” kata Yulianto.
Selain kelengkeng, dirinya juga mengembangkan berbagai komoditas lain seperti jambu, mangga, perikanan, hingga peternakan kambing. Termasuk mengembangkan tanaman manggayang bisa mencapai berat hingga 1,5–2 kilogram perbijinya. (RJ1)






