SIDOARJO (RadarJatim.id) Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) mengapresiasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Sidoarjo. Program ini dinilai tidak hanya mendorong masyarakat memeriksakan kondisi tubuh tanpa biaya, namun juga bisa mendeteksi berbagai penyakit tidak menular sejak dini.
Hingga pertengahan September 2026, terungkap bahwa cakupan program CKG di Kabupaten Sidoarjo mencapai 58 persen dari total penduduk. Capaian itu berada di atas target nasional sebesar 46 persen. Kondisi ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat terkait program CKG tersebut.
“Ini prestasi yang luar biasa. Dari informasi yang saya terima, Sidoarjo bahkan menduduki peringkat atas di Jawa Timur dalam mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan gratis,” ujar BHS saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Buduran, Jumat (25/09/2026).
Capaian ini menunjukkan kesadaran masyarakat Sidoarjo terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. Sidoarjo bahkan termasuk daerah dengan capaian tinggi di Jawa Timur dalam mengajak masyarakat mengikuti pemeriksaan gratis.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini mendorong masyarakat yang belum mengikuti CKG agar segera memanfaatkan layanan tersebut. Ia menilai pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya dilakukan hanya ketika seseorang sudah mengalami keluhan.
Disebutkan bahwa deteksi lebih awal, memungkinkan penyakit diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. “Kalau kita tahu lebih awal penyakit yang kita miliki, tentu lebih awal pula kita bisa mengobatinya sehingga kita bisa kembali sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Laksmie Herawati Yuantina, M.Kes menyampaikan, Pemkab Sidoarjo memasang target cakupan CKG sebesar 52 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target RPJMN tahun ini. Dimana pertengahan September 2026, capaian CKG telah melewati target tersebut dengan cakupan lebih dari 58 persen dari total penduduk Sidoarjo.
“Per pertengahan September kemarin kita sudah mencapai lebih dari 58 persen dari total jumlah penduduk. Pemeriksaan ini mencakup seluruh siklus hidup, mulai balita sampai lansia,” kata dr Laksmie Herawati Yuantina, M.Kes
Pihaknya menegaskan Dinas Kesehatan Sidoarjo masih mengejar peningkatan cakupan hingga akhir tahun, kendati saat ini target sudah tercapai. Diharapkan tiga bulan terakhir di 2026, kelompok anak usia sekolah, dewasa, dan lansia menjadi sasaran yang terus didorong untuk mengikuti pemeriksaan.
Dikatakan, hasil pemeriksaan CKG juga memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Sejumlah penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, termasuk kondisi yang banyak ditemukan dalam pemeriksaan. (RJ1/RED)








