SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, sekolah bersama komite dan jajaran Dinas Pendidikan menggelar acara edukasi parenting pencegahan bullying, pada (25/7/2026) pagi di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo.
Kegiatan bertema “Bersama Gandeng Tangan, Ciptakan Senyuman, Sekolah Nyaman, Anak Aman” ini dihadiri oleh seluruh para wali murid mulai kelas 1 hingga kelas 6, serta tenaga pendidik.
Prosesi pembukaan dilakukan oleh Kabid Mutu Pendidikan dari Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd serta meghadirkan narasumber pakar, Prof. Dr. Umi Dayanti.
Kepala SD Negeri Pucang 1 Sidoarjo Sri Hariyani, S.Pd M.Pd menegaskan bahwa isu perundungan (bullying) sebagai ancaman nyata yang dapat merusak mental, karakter, hingga masa depan anak-anak.
”Mencegah bullying bukanlah tugas yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pihak sekolah. Diperlukan kolaborasi tanpa henti, dan pola asuh yang tepat dengan bergandengan tangan antara pendidik di sekolah dan orang tua di rumah,” tegasnya.
Bu Sri_sapaan sehari-harinya juga menyampaikan pentingnya memahami empat pilar utama pendidikan, yang saat ini untuk melindungi anak-anak dari tindakan perundungan.
Yaitu, sekolah sebagai lembaga pemerintah/pembina). Keluarga sebagai basis pola asuh utama. Masyarakat sebagai lingkungan sosial dan Media Sosial, Media Maya sebagai ruang digital anak. “Itulah komitmen kami untuk mewujudkan sekolah zero bullying,” tegasnya.
Ia berharap ada sesi edukasi interaktif bersama Prof. Dr. Umi Dayanti mohon dimanfaatkan oleh para peserta untuk mendalami cara mendeteksi dini, mencegah, serta melindungi anak-anak dari potensi tindakan bullying.
Dalam paparannya Prof Dr. Umi Dayanti menegaskan bahwa tugas guru di sekolah adalah berfokus pada pengajaran materi pelajaran, seperti Matematika, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Guru diminta untuk fokus mengajar dan tidak perlu terbebani secara berlebihan hingga mengabaikan proses pengajaran di kelas. “Sementara itu, peran pendidikan karakter dan etika merupakan tanggung jawab utama orang tua di rumah,” katanya.
Orang tua diimbau untuk lebih aktif membangun komunikasi emosional dengan anak daripada memicu ketegangan di rumah. “Lebih baik anak tidak terlalu pintar tetapi memiliki unggah-ungguh dan sopan santun, daripada pintar secara akademik namun tidak memiliki etika,” tegasnya.(mad)






