• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Rabu, 30 September 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Cerita Pemilik Pia AFI Kediri: Usaha Tumbuh, tapi Tak Semua Pelaku UMKM Berani Naik Kelas

by Radar Jatim
30 September 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Cerita Pemilik Pia AFI Kediri: Usaha Tumbuh, tapi Tak Semua Pelaku UMKM Berani Naik Kelas
6
VIEWS

KEDIRI (RadarJatim.id) — Pertumbuhan usaha tidak selalu membuat pelaku UMKM langsung berani memperbesar bisnisnya. Kekhawatiran akan risiko membayangi begitu UMKM memastikan diri naik kelas.

Bagi Heny Sisvananda (28), pemilik Pia AFI di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, keinginan untuk naik kelas masih dibarengi kekhawatiran terhadap konsekuensi yang mungkin muncul ketika usaha rumahan berkembang. Padahal, Pia AFI telah memiliki pasar dan kapasitas produksi yang cukup besar. Saat pesanan ramai, produksi pia milik Heny bahkan bisa mencapai sekitar 1.000 boks dalam sehari.

“Saya itu ambil amannya saja. Takut kalau sudah besar nanti bagaimana-bagaimananya,” kata Heny saat ditemui, Rabu (30/9/2026).

Heny mengatakan, Pia AFI mulai dirintis pada 2018 dan mulai berkembang pada 2019. Namun, pandemi Covid-19 membuat pesanan menurun hingga 2021. Setelah pandemi berlalu, ia memindahkan lokasi produksi dari Plemahan ke Surawono, Desa Canggu. Sejak pindah, pesanan kembali meningkat secara bertahap.

Dalam kondisi normal, produksi Pia AFI sekitar 500 boks per minggu. Ketika permintaan meningkat, jumlahnya dapat mencapai 1.000 boks dalam sehari.

Pia AFI tersedia dalam kemasan enam, delapan, 10, dan 12 buah. Harganya masing-masing Rp 7.000, Rp 9.000, Rp 11.000, dan Rp 13.000. Varian kacang hijau menjadi salah satu yang paling diminati konsumen. Selain itu, Heny juga memproduksi pia dengan isian cokelat, nanas, dan keju.

Produksi dilakukan bersama suaminya, Nafi’ Mubarok (35) dengan dibantu beberapa pekerja. Mereka menangani proses pembentukan, pengisian, pemanggangan hingga pengemasan. Pemasaran dilakukan melalui pesanan hajatan, marketplace, TikTok, serta sejumlah supermarket.

Khawatir Ketika Usaha Membesar

Di balik perkembangan tersebut, Heny mengaku masih memilih berhati-hati. Kekhawatiran itu berkaitan dengan berbagai hal yang menurutnya perlu dipersiapkan ketika usaha mulai berkembang, termasuk terkait aspek legalitas dan administrasi.

Heny mengatakan, dirinya pernah mendapatkan undangan seminar dan pendataan dari pemerintah terkait kebutuhan pengembangan UMKM. Ia juga mendapat informasi mengenai pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pendaftaran merek. Namun, menurut Heny, bantuan usaha yang sebelumnya diharapkan belum diterima.

“Kalau dari pemerintah pernah diundang seminar, dimintai data kebutuhan produksi. Katanya nanti ada bantuan, tetapi sampai sekarang belum ada bantuan sama sekali,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut juga dipengaruhi pengalaman yang pernah ia dengar dari pelaku UMKM lain ketika belajar pemasaran digital. Menurut cerita yang diterima Heny, pelaku usaha tersebut pernah memiliki 16 pekerja, menjalankan pemasaran melalui siaran langsung di TikTok dan Shopee, serta mengirim produk dalam jumlah besar.

Heny kemudian mendapat cerita, bahwa pelaku usaha tersebut menghadapi persoalan perpajakan hingga akhirnya berhenti menjalankan usahanya. Cerita tersebut menjadi salah satu pertimbangan Heny untuk tidak terburu-buru memperbesar bisnisnya. Ia tidak menyimpulkan persoalan perpajakan sebagai satu-satunya penyebab usaha tersebut berhenti.

Heny menegaskan, dirinya tidak menolak jika mendapat kunjungan maupun pendampingan pemerintah. Ia justru berharap pelaku usaha rumahan mendapatkan pendampingan yang jelas ketika hendak berkembang. Menurut dia, pelaku UMKM perlu memahami lebih dulu berbagai tahapan dan konsekuensi yang mengikuti perkembangan usaha.

Saat ini, Pia AFI mulai mengembangkan produk lain seperti banana bolen dan chocolate bolen. Heny juga berencana menambah varian kue basah dan produk roti. Usaha yang bermula dari dapur rumah itu kini telah berkembang dengan pasar yang lebih luas dan kapasitas produksi hingga 1.000 boks sehari saat permintaan tinggi.

Namun bagi Heny, membesarkan usaha bukan hanya persoalan meningkatkan jumlah produksi. Ada kekhawatiran dan kebutuhan pendampingan yang menurutnya perlu dijawab sebelum dirinya benar-benar berani membawa Pia AFI naik kelas. (rul)

Tags: Naik KelasPia AFI KediriUMKMUsaha Tumbuh

Related Posts

Wakil Wali Kota Banjarmasin Tertarik Potensi Wisata dan UMKM Sidoarjo

Wakil Wali Kota Banjarmasin Tertarik Potensi Wisata dan UMKM Sidoarjo

by Radar Jatim
1 September 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) -- Wakil Wali...

Harkopnas ke-79 di Kediri, UMKM Jadi Andalan Hadapi Lesunya Ekonomi, Bupati Dorong Pelaku Usaha Tinggalkan Pola Lama

Harkopnas ke-79 di Kediri, UMKM Jadi Andalan Hadapi Lesunya Ekonomi, Bupati Dorong Pelaku Usaha Tinggalkan Pola Lama

by Radar Jatim
23 Juli 2026
0

KEDIRI (RadarJatim.id) – Di tengah...

Bupati Sidoarjo Ajak Masyarakat Gunakan dan Beli Batik Produk UMKM Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Ajak Masyarakat Gunakan dan Beli Batik Produk UMKM Sidoarjo

by Radar Jatim
3 Juli 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) -- Pemerintah Kabupaten...

Load More
Next Post
Perjuangan Kuat Siswa SMP Negeri 1 Taman Raih Juara OPSI Nasional 2026

Perjuangan Kuat Siswa SMP Negeri 1 Taman Raih Juara OPSI Nasional 2026

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Padati Alun-alun Tugu Malang, Dukung MBG Menuju 82 Juta Penerima Manfaat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Peternakan
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In