SIDOARJO (RadarJatim.id) — Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., melakukan aksi blusukan keliling ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo.
Langkah ini diambil guna memberikan edukasi langsung kepada orang tua dan siswa mengenai pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri tahun 2026.
Dalam kegiatan blusukan yang dilakukan mulai tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2026, yang tidak mengganggu jam dinas, Dr. Netti menyisir empat kecamatan hingga malam hari, yaitu Kecamatan Sidoarjo, Tulangan, Candi, dan Porong.
Setidaknya ada 12 rumah warga untuk sampling yang didatangi langsung untuk diberikan pemahaman mengenai sistem pendaftaran sekolah.
Dr. Netti menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun 2026 ini berjalan secara transparan dan telah mengadopsi sistem digitalisasi penuh. “Dengan demikian, seluruh proses seleksi dapat dipantau langsung oleh masyarakat luas,” tegasnya pada (4/7/2026) sore.
“Langkah jemput bola ini sengaja kami lakukan untuk meminimalisir kepanikan orang tua siswa yang ingin mencarikan sekolah anak-anaknya, sekaligus mengantisipasi adanya praktik kecurangan atau calo di lapangan,” terangnya.
Aksi turun blusukan ini disambut baik dan penuh rasa terima kasih oleh para orang tua murid. Dr. Netti mengungkapkan, mayoritas warga sebenarnya sudah mulai memahami jalur-jalur yang tersedia dalam SPMB.
Namun, kebingungan kerap muncul ketika anak mereka tidak lolos di jalur-jalur awal, sehingga jalur domisili (zonasi) menjadi harapan terakhir.
Lanjutnnya, dalam kondisi bingung seperti itu, terkadang ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dengan mengaku bisa memasukkan siswa ke sekolah tertentu demi imbalan.
“Makanya kami turun langsung untuk menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar dan mengedukasi warga agar tidak tertipu. Ternyata masih saja ada warga yang kena tipu daya tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pola pikir sebagian orang tua yang cenderung memaksakan anak mereka untuk masuk ke sekolah tertentu, karena alasan historis keluarga, seperti karena kakak atau orang tuanya dahulu bersekolah yang sama.
Makanya melalui edukasi ini, kami menjelaskan bahwa sistem SPMB didasarkan pada regulasi yang terus mengalami penyesuaian atau perubahan setiap tahunnya. “Oleh karena itu, masyarakat kami minta untuk terus memperbarui informasi resmi, agar tidak terjadi dengan hal-hal yang tidak diinginkan,” pinta Bu Netti_sapaan akrabnya.
Bu Netti juga mengingatkan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di sekolah negeri, tetapi di swasta juga lebih banyak yang lebih bagus.
Melalui kunjungan ke 12 rumah di 4 kecamatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat benar-benar memahami bahwa sistem penerimaan siswa baru saat ini telah berkomitmen penuh pada asas transparansi dan akuntabilitas.(mad)






