SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev), atas Keterlaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) jenjang SMP di Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (6/11/2026) pagi.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah sekolah penyelenggara program KKO, di antaranya SMP Negeri 2 Sidoarjo, SMP Negeri 1 Tulangan, dan SMP PGRI 9 Sidoarjo.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Bidang Mutu Pendidikan, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Monev ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk memastikan program KKO berjalan secara efektif di setiap satuan pendidikan penyelenggara.
Juga untuk memperbaiki serta meningkatkan manajemen KKO agar mampu mengembangkan bakat dan minat siswa secara optimal hingga melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Dan yang ketiga untuk memastikan pengalokasian dan penggunaan dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) tambahan dapat disalurkan secara tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” tegas Lilik Sulistyowati.
Kegiatan Monev ini juga menghadirkan pemateri dari dua orang anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo guna memberikan arahan serta dukungan kebijakan terhadap pengembangan potensi olahraga berbasis sekolah di Sidoarjo.
Kepala SMP PGRI 9 Sidoarjo, Supi’in, S.Pd., M.Pd menyambut positif agenda monev tersebut.
Menurutnya, evaluasi berkala sangat diperlukan guna perbaikan berkelanjutan serta memberikan ruang bagi sekolah untuk menyampaikan kendala di lapangan.
”Monev penyelenggara KKO di Kabupaten Sidoarjo ini sangat perlu dilakukan supaya kita bisa terus memperbaiki dan menyempurnakan program KKO yang sudah bagus ini,” katanya.
“Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk menyampaikan masukan terkait kendala yang dihadapi oleh satuan pendidikan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan keberhasilan pelaksanaan program KKO di SMP PGRI 9 Sidoarjo yang telah mencetak banyak prestasi. Salah satu bukti nyatanya adalah pengiriman kontingen atlet di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), di mana SMP PGRI 9 Sidoarjo mengirimkan 7 atlet yang terdiri dari 6 atlet cabang olahraga Petanque dan 1 atlet balap sepeda.

Dalam kesempatan tersebut, Supi’in turut menyampaikan aspirasi dan usulan strategis kepada pihak Dinas Pendidikan serta anggota Komisi D DPRD Sidoarjo mengenai mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) KKO bagi sekolah swasta.
“Oleh kaena itu saya berharap agar ke depan pembukaan cabang olahraga (Cabor) dalam SPMB KKO di sekolah swasta tidak dibatasi, serta standar nilai atau grid penilaiannya tidak disamakan secara kaku dengan sekolah negeri, mengingat karakteristik serta fleksibilitas pembinaan atlet di sekolah swasta yang berbeda,” harap Abah Supi’in_sapaan akrabnya.
Melalui kegiatan Monev ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan satuan pendidikan semakin solid.
“Sehingga program KKO di Sidoarjo mampu terus melahirkan generasi muda berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” harapnya lagi.(mad)








