SIDOARJO (RadarJatim.id) – Upaya melestarikan seni budaya/tradisional ratusan siswa SMA Negeri 1 Porong memadati area alun-alun Sidoarjo, tepatnya di depan Paseban dalam rangka melaksanakan Pagelaran Kokurikuler, pada (13/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut telah menyuguhkan karya seni luar biasa bertajuk Pentas Kolosal ‘Tari Tani Siring’ yang diperankan oleh para siswa SMA Negeri 1 Porong dengan penuh semangat.
Atas pelestarian seni budaya secara kolosal tersebut, Dinas Pendikan Jawa Timur melalui Kacabdin Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd. memberikan apreiasi yang setinggi-tingginya. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif SMA Negeri 1 Porong yang berani tampil di ruang publik untuk melestarikan seni budaya,” ucap Kiswanto.
“Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah mampu menjadi agen pelestari budaya di tengah arus modernisasi,” tegasnya.
Pentas yang dimulai sejak pukul 07:00 WIB ini berhasil menarik perhatian masyarakat Sidoarjo. Kostum khas petani yang dipadukan dengan gerakan ritmis dan formasi kolosal yang rapi membuat decak kagum para penonton yang hadir.
Acara yang mengusung tema ‘Melestarikan Budaya, Menumbuhkan Karakter, Membangun Negeri’ ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting. Selain Kacabdin Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., hadir pula Kasubag Tata Usaha, Ni Putu Wisria Devi, D.Sos., serta Kasi SMA, Dr. Asijah, M.IP.
Turut hadir memberikan dukungan moral bagi para siswa adalah Pengawas SMA Negeri 1 Porong, Ali Tamami, M.Pd, yang disambut hangat oleh Kepala SMA Negeri 1 Porong, Ulin Yudhawati, S.Si., M.Pd.

Ulin Yudhawati menuturkan kalau ‘Tari Tani Siring’ yang dipentaskan secara kolosal ini merupakan perpaduan antara gerak tari, musik, dan nilai-nilai kearifan lokal. Karya ini terinspirasi dari semangat para petani dalam mengelola lahan dan air dengan penuh harmoni dan kebersamaan.
Keunikan tarian ini bahkan telah diperkuat dengan kepemilikan Surat Pencatatan Ciptaan sebagai bentuk perlindungan karya intelektual orisinal dari SMA Negeri 1 Porong,” tuturnya.
“Kami ingin putra-putri terbaik SMA Negeri 1 Porong tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki rasa bangga yang tinggi terhadap budaya nusantara,” tegas Bu Ulin_sapaan sehari-harinya.(mad)







