GRESIK (RadarJatim.id) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan penanganan Jalan Poros Desa (JPD) Klampok-Munggugebang, Kecamatan Benjeng. Pembangunan ruas jalan tersebut dilakukan secara bertahap dan akan dilanjutkan hingga 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Dhiannita Tri Astuti, mengatakan, JPD Klampok-Munggugebang memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer. Pada tahap pembangunan tahun ini, pemerintah melakukan betonisasi sepanjang sekitar 205 meter dengan lebar lima meter.
“Jalan sebelumnya menggunakan paving block dan kondisinya sudah mengalami penurunan. Tahun ini kami melakukan penanganan dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 205 meter dan lebar lima meter,” ujar Dhiannita saat peresmian pembangunan JPD Klampok-Munggugebang, Jumat (4/9/2026).
Menurut Dhiannita, pekerjaan pada tahun ini merupakan bagian dari penanganan jalan yang dilakukan secara bertahap. Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan ruas tersebut pada tahun berikutnya. Kelanjutan pembangunan itu menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah sejak 2025. Program tersebut dilakukan melalui APBD Perubahan 2025, APBD 2026, dan akan diteruskan hingga 2027.
“Sejak 2025 kita memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk pembangunan JPD,” kata Yani.
BACA JUGA:
- Perkuat Perlindungan Konsumen, Pemkab Gresik Pastikan Timbangan Presisi, Edukasi Penjual dan Pembeli
- Wabup Alif Minta OPD Tak Lelet Respon Aduan Warga
Bupati Yani menegaskan, pembangunan jalan tidak boleh dilakukan secara terpisah. Menurutnya, setiap ruas harus menjadi bagian dari jaringan konektivitas yang menghubungkan jalan kabupaten, JPD, jalan desa hingga jalur alternatif antardesa dan antarkecamatan.
“Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya,” ujarnya.
Menurut dia, konektivitas jalan yang baik tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat.
“Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang ikut bergerak ketika jalannya baik,” tutur Yani.
Selain ruas Klampok-Munggugebang, Pemkab Gresik melalui APBD 2026 juga menangani JPD dengan total panjang sekitar 4,5 kilometer. Penanganan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Duduk Sampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng, Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah, Panceng hingga Sangkapura (Bawean).
Pembangunan JPD diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung aktivitas masyarakat. Infrastruktur jalan diharapkan mampu menunjang kegiatan ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, pendidikan hingga pelayanan dasar.
Bupati Yani meminta masyarakat ikut menjaga jalan yang telah dibangun. Ia juga mengapresiasi warga Desa Klampok yang mendukung pembangunan, meski selama proses pengerjaan terdapat gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
“Ngapunten sanget, selama proses pembangunan ada aktivitas warga yang terganggu. Alhamdulillah, hari ini sudah selesai sesuai target dan sudah bisa dimanfaatkan,” kata Yani.
Ia juga mengajak warga merawat badan jalan dan lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan kepedulian masyarakat agar manfaat jalan dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Setelah jalan jadi, biasanya kita tanam pohon. Saya titip kepada warga, jalan dan pohonnya sama-sama dirawat. Jangan hanya pemerintah yang merawat, masyarakat juga harus ikut menjaga,” pungkasnya. (sto)








