• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Jumat, 11 September 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Nasional

Ditanya Kasus Keracunan MBG hingga Korban Kehilangan 70 Persen Ingatan, Zulhas Pilih Bungkam

by Radar Jatim
10 September 2026
in Nasional
0
Ditanya Kasus Keracunan MBG hingga Korban Kehilangan 70 Persen Ingatan, Zulhas Pilih Bungkam
39
VIEWS

KEDIRI (RadarJatim.id) — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, tidak memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami penurunan daya ingat hingga 70 persen.

Pertanyaan tersebut disampaikan kepada Zulkifli Hasan (Zulhas) seusai menghadiri penyaluran bantuan pangan beras di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).

Saat ditanya mengenai kasus tersebut, Zulhas tidak memberikan jawaban terkait kondisi korban maupun langkah pemerintah menangani kasus itu. Ia kemudian melanjutkan agenda dan memberikan keterangan mengenai kebijakan bantuan pangan beras pemerintah.

BACA JUGA:

  • Antisipasi Kemarau Panjang dan El Nino, Pemerintah Gelontorkan Lagi 1 Juta Ton Beras

Sikap tersebut menjadi sorotan karena kasus yang ditanyakan bukan sekadar keluhan kesehatan ringan. Seorang siswi berusia 16 tahun di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Febiola Br Purba, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan diduga setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG pada 13 Agustus 2026.

Menurut sejumlah laporan media, kondisi Febiola kemudian memburuk. Ia dilaporkan mengalami kejang, gangguan bicara, serta penurunan fungsi ingatan yang disebut keluarga mencapai sekitar 70 persen. Febiola juga disebut telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUP H Adam Malik Medan. Salah satu laporan menyebut, dokter mempertimbangkan kemungkinan infeksi bakteri atau paparan racun jamur sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialaminya.

Namun, hubungan sebab-akibat antara konsumsi makanan MBG dan kondisi medis Febiola tetap perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan medis dan investigasi resmi.

Kasus Febiola menambah sorotan terhadap persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Hukumonline melaporkan, Febiola diduga mengalami kerusakan fungsi saraf berat, gangguan komunikasi, dan penurunan daya ingat hingga 70 persen setelah kasus yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan MBG. Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Amnesty International Indonesia.

Laporan lain menyebut Febiola sebelumnya dikenal sebagai siswi berprestasi dan aktif sebagai wakil ketua OSIS. Kondisinya berubah setelah mengalami gangguan kesehatan tersebut. Karena itu, pertanyaan mengenai tanggung jawab pemerintah menjadi semakin penting, terutama ketika program MBG menyasar anak-anak sekolah.

Pertanyaan kepada Zulhas di Kediri juga tidak bisa dilepaskan dari pernyataannya beberapa hari sebelumnya mengenai pelaksanaan MBG. Zulhas sebelumnya diberitakan mengakui adanya kegagalan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menyoroti persoalan yang terus muncul meskipun program tersebut telah berjalan hampir dua tahun.

Pada kesempatan lain, Zulhas juga menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan penerima manfaat MBG. Pernyataan tersebut membuat sikap pemerintah terhadap kasus-kasus dugaan keracunan MBG kembali menjadi perhatian.

Apalagi, persoalan yang muncul di lapangan tidak lagi hanya menyangkut makanan terlambat atau keluhan sakit perut, tetapi telah muncul laporan mengenai korban yang mengalami dampak kesehatan serius.

Di tengah agenda pemerintah memperkuat program pangan, termasuk bantuan beras dan kebijakan stabilisasi pangan, isu keamanan MBG masih menjadi pekerjaan rumah.

Zulhas dalam kunjungannya ke Kediri lebih banyak menyampaikan kebijakan pemerintah terkait bantuan pangan, tambahan 1 juta ton beras hingga Desember, beras SPHP, jagung murah untuk peternak, serta pemanfaatan beras turun mutu untuk kebutuhan industri.

Namun, ketika ditanya mengenai kasus dugaan keracunan MBG dengan korban yang dilaporkan mengalami gangguan ingatan hingga 70 persen, Zulhas tidak memberikan tanggapan sama sekali. Belum ada penjelasan dari Zulhas dalam kesempatan tersebut mengenai langkah pemerintah terhadap kasus Febiola, termasuk soal penanganan korban, hasil investigasi, maupun evaluasi terhadap standar keamanan pangan MBG.

Pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab ketika program yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan anak justru diduga menimbulkan dampak kesehatan serius pun masih menunggu jawaban pemerintah. (rul)

Tags: BungkamKeracunan MBGKorban Kehilangan IngatanMenko Pangan ZulhasZulkifli Hasan

Related Posts

BHS Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG, Perlu Evaluasi Menyeluruh dan Perketat Pengawasan

BHS Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG, Perlu Evaluasi Menyeluruh dan Perketat Pengawasan

by Radar Jatim
5 September 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) Kejadian dugaan keracunan...

Wagub Emil Dardak Sebut 512 Korban Dugaan Keracunan Menu MBG di Sidoarjo dari 19 Lembaga

Wagub Emil Dardak Sebut 512 Korban Dugaan Keracunan Menu MBG di Sidoarjo dari 19 Lembaga

by Radar Jatim
2 September 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) -- Wakil Gubernur...

Covid Melandai, H Khulaim Dorong Pemprov Jatim Bangkitkan UMKM

Ketua DPD PAN Sidoarjo H Khulaim Tegaskan Video Viral Zulhas Ajak Petani Tanam Sawit adalah Hoaks

by Radar Jatim
10 Agustus 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) – Ketua DPD...

Load More
Next Post
Yayasan Khazanah Ilmu Bangun Kemitraan Internasional Bersama Tiga Sekolah Malaysia

Yayasan Khazanah Ilmu Bangun Kemitraan Internasional Bersama Tiga Sekolah Malaysia

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Padati Alun-alun Tugu Malang, Dukung MBG Menuju 82 Juta Penerima Manfaat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Peternakan
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In