SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi telah membuka pendaftaran Calon Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo untuk mengisi 3 posisi strategis, yaitu Direktur Utama, Operasional dan Pelayanan yang sudah dibuka mulai tanggal 14-28 Mei 2026.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo rupanya menaruh perhatian lebih terhadap proses rekrutmen jajaran direksi baru dilingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
H. Abdillah Nasih, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo berharap bahwa proses seleksi jajaran Direksi Pertumda Delta Tirta Sidoarjo hendaknya dijadikan sebagai momentum pembenahan BUMD tersebut, terutama dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Disampaikan oleh Abdillah Nasih bahwa keberadaan direksi baru harus mampu membawa perubahan nyata terhadap kualitas layanan air bersih, salah satunya perluasan cakupan pelayanan hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
“Kami berharap rekrutmen ini bisa menjadi titik awal agar pelayanan PDAM (Perumda Delta Tirta Sidoarjo, red) semakin baik. Bagaimana cakupan layanan bisa menjangkau seluruh masyarakat Sidoarjo,” kata Abdillah Nasih saat ditemui awak media dikantornya, Jumat (22/5/2026).
Pria yang akrab disapa Cak Nasih itu juga menyoroti persoalan Tingkat Kehilangan Air (TKA) atau kebocoran air yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Perumda Delta Tirta Sidoarjo.
Ia berharap jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo yang baru, nantinya mampu menekan angka kehilangan air sehingga operasional perusahaan menjadi lebih efisien.
“TKA juga harus semakin turun. Dengan adanya rekrutmen Direksi Perumda Delta Tirta ini, kami berharap menjadi starting point untuk perbaikan kedepan,” katanya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo itu menegaskan bahwa sebagai perusahaan milik Pemkab Sidoarjo, Perumda Delta Tirta Sidoarjo seharusnya mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi keuntungan bagi daerah.

“Masa perusahaan milik pemerintah tidak bisa memberikan pelayanan dan keuntungan maksimal kepada daerah,” tegasnya.
Untuk itu, proses rekrutmen atau seleksi jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo yang baru harus benar-benar mengedepankan profesionalitas dan kompetensi.
Dimana, kandidat yang terpilih harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, pengalaman dibidangnya serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi maupun sertifikasi yang telah ditentukan.
“Pola rekrutmen harus mengutamakan orang yang memang memiliki kemampuan dan kompetensi bagus. Persyaratan seperti sertifikasi dan pengalaman manajerial harus benar-benar terpenuhi,” terangnya.
Politisi senior asal Kecamatan Waru mengapresiasi komitmen Pemkab Sidoarjo yang disebut membuka proses rekrutmen secara profesional tanpa adanya praktik titipan.
“Kami mengapresiasi kalau memang dalam rekrutmen Direksi Perumda Delta Tirta ini tidak ada yang namanya titipan,” ujarnya.
Meski secara kelembagaan, DPRD Sidoarjo tidak memiliki kewenangan langsung dalam proses seleksi direksi. Ia berharap Pemkab Sidoarjo tetap membuka komunikasi dan menyampaikan perkembangan tahapan rekrutmen kepada DPRD Sidoarjo.
Karena, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar proses pengawasan dapat berjalan bersama demi kepentingan perbaikan Perumda Delta Tirta Sidoarjo kedepannya.
“Walaupun DPRD tidak punya kewenangan langsung dalam proses rekrutmen ini. Kami tetap berharap ada progres yang disampaikan, sehingga kita bisa saling mengawasi untuk kebaikan Perumda Delta Tirta Sidoarjo,” pungkasnya. (mams)







