• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Sabtu, 15 Agustus 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Sastra/Budaya

Duet Jurnalis Senior Luncurkan Novel ‘Gemblak Terakhir’  

by Radar Jatim
15 Agustus 2026
in Sastra/Budaya
0
Duet Jurnalis Senior Luncurkan Novel ‘Gemblak Terakhir’  

Imung Mulyanto (kiri) dan Sasetya Wilutama siap meluncurkan novel Gemblak Terakhir.

10
VIEWS

SURABAYA (RadarJatim.id) – Gemblak Terakhir. Itulah judul novel terbaru yang dipilih penulis Imung Mulyanto dan Sasetya Wilutama. Rencananya novel karya duet jurnalis senior itu akan diluncurkan di Blitar, Jumat (21/8) mendatang.  

Penulis berharap, novel berlatar belakang budaya tersebut dapat memperkaya khasanah dunia kesusastraan di Indonesia. Novel ini berkisah tentang kehidupan warok dan gemblak di zaman dulu.

“Sebagai karya fiksi, kisah dalam novel ini murni hasil imajinasi. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan cerita hal itu hanyalah kebetulan semata,” tutur Sasetya Wilutama, mantan redaktur majalah berbahasa Jawa Penyebar Semangat dan Produser Creativ SCTV ini.

Alur ceritanya cukup berliku, tokoh-tokohnya unik, konflik dibangun sambung-menyambung agar tidak membosankan. Ada bumbu percintaan dan kriminalitas. Inti ceritanya tentang seorang gemblak yang ingin menjadi guru, tetapi ternyata tidak mudah. Hambatan demi hambatan datang silih berganti. Kebetulan sang gemblak bertemu dengan oknum warok yang kurang baik. Selain itu, istri oknum warok itu justru jatuh cinta kepada sang gemblak. Ini yang membikin rumit.

Novel ini sengaja disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Maklum penulis memang sama-sama berlatar belakang jurnalis media cetak dan media televisi. Jadi tidak bisa seratus persen melepaskan gaya penulisan jurnalistik.

Penulis sangat menjunjung tinggi pelestarian budaya Indonesia yang luhur dan adiluhung. Penulis sangat menghormati warok yang sejatinya adalah seorang ksatria. Warok sangat dihormati sebagai tokoh panutan.

“Jadi kalau di dalam novel ini digambarkan ada oknum warok yang kurang baik, itu tidak dalam rangka mendegradasi derajat dan marwah warok. Sebagaimana profesi lain, semisal guru, dokter, atau profesi lainnya kadang ada oknum yang kurang baik. Jadi tidak boleh digebyah uyah (dipukul rata -red),” ujarnya.

Menurut Imung Mulyanto, mantan GM Arek TV, cerita ini sebenarnya pernah diangkat dalam format sinetron oleh TVRI Jawa Timur pada awal tahun 1990-an dan disponsori Harian Sore Surabaya Post. Malah sempat masuk nominasi cerita terbaik dalam Festival Film Indonesia. “Tetapi oleh penulis, novel ini dipoles lebih bebas dan mendalam karena tidak terikat oleh durasi sebagaimana sebuah sinetron,” ujar mantan wartawan Surabaya Post ini.

Adriono, penyunting novel Gemblak Terakhir mengatakan, memori kolektif masyarakat memang dapat menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering bagi lahirnya sebuah karya sastra. Memori kolektif ini bisa dalam bentuk budaya masyarakat, kearifan lokal, legenda, dongeng, gugon tuhon, ataupun mitos. Semua harta karun itu dapat memberikan referensi, muatan falsafah, atau setidaknya memberi colour yang menarik dalam karya tulis.

Dengan memanfaatkan memori kolektif, membuat cerita fiksi dalam novel menjadi terasa nyata, tokoh-tokohnya tampak membumi, dan related dengan kehidupan dan alam pikiran pembaca.  Banyak contoh karya sastra yang menggunakan latar budaya lokal. Di antaranya yang mashur adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, yang mengisahkan kehidupan penari ronggeng di tengah pusaran zaman.

Novel berjudul Gemblak Terakhir karya Imung Mulyanto dan Sasetya Wilutama ini juga mengangkat memori kolektif masyarakat Jawa, terutama di kawasan Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya, yang terkait dengan dunia warok dan gemblak.

Seperti diketahui warok adalah pemimpin lokal informal, pendekar yang disegani, dan biasanya memiliki kelompok kesenian reog.  Sedangkan gemblak adalah anak laki-laki yang “dipelihara” secara khusus oleh seorang warok. Peran dan makna gemblak cukup kompleks, mencakup aspek seni pertunjukan, simbol status, hingga isu sosial dan spiritual yang kontroversial.

“Nah, salah satu keberhasilan novel ini adalah kehadiran budaya warok maupun fenomena gemblak tidak sekadar tempelan semata, tetapi benar-benar menyatu (blended) dengan inti cerita yang disuguhkan,” ujarnya. (rio)

Tags: imung mulyantonovel gemblak terakhirsasetyo aryono

Related Posts

Imung Mulyanto Luncurkan Antologi Puisi ‘Tuhan, Plis Deh…’

Imung Mulyanto Luncurkan Antologi Puisi ‘Tuhan, Plis Deh…’

by Radar Jatim
3 Oktober 2025
0

SURABAYA (RadarJatim.id) - Jurnalis senior...

Load More

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Padati Alun-alun Tugu Malang, Dukung MBG Menuju 82 Juta Penerima Manfaat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Peternakan
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In