SIDOARJO (RadarJatim.id) – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, pada (29/10/2026).
Bertempat di Ruang Laboratorium Matematika SMP Negeri 1 Sidoarjo, dengan mengusung tema penting “Advokasi Pendidikan Daerah: Peran Kepala Sekolah dan DPRD dalam Mewujudkan Ekosistem Sekolah Aman, Nyaman, dan Berprestasi”.
Dihadiri langsung oleh Ketua MKKS SMP Negeri Sidoarjo, Arif Budiono, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua Dr. Al Hadi S.Pd M.Pd.I, Sekretaris Ratna Diyah Mustikawati, M.Pd., dan jajarannya serta seluruh Kepala Sekolah SMP Negeri se Kabupaten Sidoarjo.
Pihak penyelenggara telah menghadirkan pemateri utama, yakni Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si.
“Saya berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh anggota MKKS SMP Negeri se Sidoarjo. Semoga mewujudkan sekolah aman, nyaman dan berprestasi,” harap Arif Budiono.
Dalam pemaparannya, Dhamroni Chudlori menyoroti pentingnya menyelaraskan tiga pilar utama dalam membangun satuan pendidikan yang berkualitas, yaitu
Sekolah Aman, untuk memastikan seluruh peserta didik dapat belajar tanpa rasa takut, bebas dari ancaman kekerasan, perundungan (bullying), maupun diskriminasi. “Hal ini didukung oleh prosedur penanganan laporan yang jelas serta sarana prasarana yang aman pula,” jelas Dhamroni.
Lanjutnya, Sekolah Nyaman, untuk mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, inklusif, dan ramah anak. Oleh karena itu hubungan harmonis antara guru dan siswa serta penerapan disiplin tanpa kekerasan menjadi kunci lingkungan sosial yang mendukung.
Berikutnya adalah Sekolah Berprestasi, yaitu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan potensi anak, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
”Jadi, sekolah yang aman melindungi anak, sekolah yang nyaman menumbuhkan semangat belajar, dan sekolah yang berprestasi bisa membangun masa depan bangsa,” terang Dhamroni.
Untuk mencapai target ekosistem ideal tersebut, kegiatan ini menekankan empat langkah strategis bagi pimpinan sekolah, mulai dari,
Kepemimpinan dan Keteladanan, bisa menjadi figur contoh dalam menegakkan disiplin secara adil.
Budaya Aman dan Positif, menyediakan saluran pengaduan kekerasan yang aman, menjaga kerahasiaan, serta melakukan pemeriksaan rutin fasilitas fisik sekolah.
Mutu Pembelajaran, bisa mendorong pembelajaran aktif, inklusif, dan rutin memetakan bakat siswa.
“Termasuk juga Kemitraan, yakni upaya membangun sinergi aktif dengan orang tua, komite sekolah, puskesmas, hingga instansi layanan perlindungan anak,” ulas Cak Dham_sapaan akrabnya.
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan pendidikan melalui tiga fungsi utamanya, yaitu.
Pembentukan Perda, Melahirkan regulasi daerah yang pro-perlindungan siswa dan berkeadilan.
Penganggaran (Budgeting), akan mengawal alokasi APBD untuk perbaikan sarana sekolah, sanitasi, fasilitas inklusif disabilitas, dan peningkatan kompetensi guru.
Pengawasan (Oversight), untuk memantau pelaksanaan program pendidikan serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara transparan.
“Melalui kegiatan ini, saya harapkan seluruh Kepala SMP Negeri di Kabupaten Sidoarjo dapat memperkuat komitmen manajerialnya demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, humanis, dan melahirkan generasi berprestasi,” harap Cak Dham mengakhiri paparannya.(mad)







