SIDOARJO (RadarJatim.id) – KB-TK Al Muslim Tropodo telah sukses memperingati Hari Sumpah Pemuda melalui kegiatan bertema “Pemimpin Cilik Bersatu untuk Indonesia” dengan mengenakan pakaian adat Nusantara pada Rabu (28/10) lalu. Dirancang secara interaktif untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan, kepemimpinan (leadership), dan kepercayaan diri (self-confidence) pada anak sejak usia dini.
Kegiatan edukatif tersebut pada (30/10/2026) mendapat apresiasi tinggi dari para orang tua murid. Mama Oza dari TK B2 mengaku sangat terkesan dengan kesempatan yang diberikan sekolah kepada anak-anak. “Senang melihat anak-anak sudah diberi kesempatan untuk menjalankan peran dalam upacara sejak dini. Ini menjadi pengalaman yang baik untuk melatih keberanian dan tanggung jawab mereka,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Mama Airlangga dan Mama Maezurra juga memuji konsep acara yang dinilai seru, menyenangkan, serta efektif dalam mendongkrak rasa percaya diri anak.
Pengalaman belajar yang bermakna ini sejalan dengan target profil lulusan Al Muslim, yaitu Personal Excellence, khususnya dimensi Self Confidence. Untuk memperkuat karakter dan literasi siswa, KB-TK Al Muslim juga melanjutkan rangkaian kegiatan ini melalui Gerakan Ayah Bunda Bacakan Buku (ABAKU).
Perlu diketahui rangkaian acara itu diawali dengan upacara bendera yang khidmat, di mana seluruh petugas upacaranya merupakan siswa-siswi TK. Kepala KB-TK Al Muslim, Ustazah Triana Dewi, S.Pd.I, bertindak langsung sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia berpesan agar anak-anak meneladani semangat Sumpah Pemuda melalui aksi nyata sehari-hari.

“Anak-anak, kita harus saling menyayangi teman, bermain dan belajar bersama, saling membantu, serta tidak membeda-bedakan teman. Allah sayang kepada anak-anak yang suka membantu,” tutur Triana Dewi.
Sebagai Sekolah Sang Pemimpin, KB-TK Al Muslim secara konsisten memberikan ruang bagi anak untuk berani tampil dan bertanggung jawab. Seusai upacara, kemeriahan berlanjut dengan lomba fashion show pakaian adat yang diikuti oleh seluruh siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) hingga TK B.
Tidak sekadar pamer busana, siswa TK A ditantang untuk menyebutkan asal daerahnya, sementara siswa TK B memperkenalkan nama pakaian adat beserta daerah asalnya secara langsung di depan umum.(mad)







