SIDOARJO (RadarJatim.id) Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo. Kali ini BHS hadir di usaha kerajinan tas milik Fika Ulum dan membantu dua mesin jahit untuk mendukung kapasitas produksi.
Dalam kunjungan itu, BHS juga akan memfasilitasi akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tanpa agunan, sekaligus pendampingan untuk mempercepat pengembangan usaha. Permodalan ini untuk mendukung pemilik usaha yang mengaku kewalahan memenuhi pesanan yang jumlahnya telah melampaui kemampuan produksi.
“Sekarang ini pemesanannya sudah overload, sudah terlalu banyak, tetapi produksinya masih kurang,” kata BHS, Selasa (3/11/20276).
BHS juga mendorong percepatan pemenuhan sertifikasi produk, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui program pembinaan UMKM. Dengan adanya aspek legalitas dan standardisasi akan menjadikan produk lokal memiliki daya saing lebih luas.
“Mereka selama ini mengandalkan pemasaran online, makanya bisa terus bertahan,” tambahnya.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini akan ikut membantu promosi melalui media sosial miliknya maupun kanal media sosial yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Dalam kunjungannya, BHS juga membantu alat pemadam api ringan (APAR), sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaannya kepada pekerja.
“Proses pembuatan tas menggunakan bahan perekat atau lem yang mudah terbakar, jadi keberadaan Apar ini diperlukan,” tambahnya.
Pemilik UMKM tas, Fika Ulum, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Bapak BHS. Dia berharap dukungan permodalan dan promosi dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produknya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak BHS yang sudah berkenan mengunjungi tempat kami. Dengan bantuan ini, mudah-mudahan kami bisa mengembangkan usaha, baik dari segi produksi maupun promosi,” kata Fika.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Mochammad Hudori menegaskan, pihaknya siap membantu pengurusan legalitas usaha, terutama Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diketahui belum dimiliki pelaku UMKM tersebut.
Kalau NIB belum punya, nanti dipermudah. Datang langsung ke kantor, hari itu juga bisa jadi karena melalui OSS. Kami juga memiliki pelatihan pemasaran melalui media sosial. Nanti akan kami tingkatkan dengan mengikutsertakan pelaku usaha ini sebagai peserta,” ujar Hudori. (RJ1)







