SIDOARJO (RadarJatim.id) – Tiga Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo yang dinyatakan lulus seleksi dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) melakukan penandatangan Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan untuk masa kerja 2026-2031 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (3/9/2026).
Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Masa Kerja 2026-2031 itu ditandatangani oleh Luhur Pambudi Mulyono, ST, MM sebagai Direktur Utama (Dirut), Dr. Widyo Nugroho, ST, M.MT sebagai Direktur Operasional (Dirops), dan Rivelino Rizky Muchtar, S.Pi, MM sebagai Direktur Pelayanan (Diryan).
M. Ainur Rahman, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo mengatakan bahwa ada pekerjaan besar yang sedang menanti jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo masa kerja 2026-2031.
Ditengah cakupan pelayanan air bersih yang saat ini masih sekitar 30 persen, Perumda Delta Tirta Sidoarjo tersebut ditargetkan mampu memperluas pelayanan hingga mendekati bahkan melampaui angka 50 persen.
“Target itu tidak berhenti pada perluasan jaringan. Perumda Delta Tirta juga harus mampu menekan Tingkat Kehilangan Air (TKA, red) sehingga air yang telah diproduksi tidak banyak terbuang sebelum sampai kepada masyarakat,” katanya.
Kontrak kinerja yang sudah ditandatangani tersebut harus menjadi pijakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Berbagai kekurangan yang masih terjadi harus diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara terukur.
Salah satunya terkait TKA yang menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan kinerja Perumda Delta Tirta Sidoarjo.
“Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana tingkat kehilangan airnya. Harapannya target-target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Menurut Ainur bahwa kemampuan menekan TKA akan menjadi salah satu ukuran kontrak kinerja yang telah disepakati benar-benar dijalankan atau tidak oleh jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo.
“Kalau TKA bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Luhur Pambudi Mulyono, Dirut Perumda Delta Tirta Sidoarjo menyampaikan bahwa target yang telah dituangkan dalam kontrak kinerja merupakan arah kerja perusahaan selama 5 tahun kedepan.
Salah satu targetnya adalah memperluas jumlah sambungan pelanggan hingga sekitar 90 ribu dalam 5 tahun mendatang. Menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran direksi yang baru, mengingat cakupan pelayanan saat ini masih berada dikisaran 30 persen.
“Target yang ada sudah kita persiapkan untuk 5 tahun kedepan, dan harus kita laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas, dan tentu ada konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” sampainya.
Ekspansi pelayanan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan Perumda Delta Tirta Sidoarjo mengendalikan TKA. Untuk itu, pihakanya akan melakukan sejumlah langkah teknis untuk menekan Non-Revenue Water (NRW), salah satunya melalui pengaturan tekanan air pada jaringan distribusi.
“Contohnya untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya untuk menekan kehilangan air, sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” terangnya.
Luhur Pambudi mengungkapkan bahwa jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo juga dituntut mengejar perluasan cakupan pelayanan hingga lebih dari 50 persen dalam 5 tahun mendatang. Target sekitar 90 ribu sambungan pelanggan menjadi pekerjaan besar yang harus dikerjakan secara bertahap.
“Saat ini masih sekitar 21 ribu, target hingga tahun ini. Sehingga ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Keberadaan sumber air Umbulan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan kapasitas pelayanan. Pengelolaan sumber air dan jaringan distribusi akan menjadi faktor penting agar ekspansi pelayanan tidak hanya meningkatkan jumlah sambungan, tetapi juga diikuti kualitas dan kontinuitas layanan.
Dengan target tersebut, lima tahun masa kerja Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo tidak hanya diuji dari kemampuan menambah pelanggan. Kemampuan mengurangi TKA dan mengubah cakupan pelayanan yang masih sekitar 30 persen menjadi diatas 50 persen akan menjadi ukuran penting keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. (mams)








