PONOROGO (RadarJatim.id) – Konsistensi dalam berkarya dan mengembangkan profesi mengantarkan Gayuh Risdian Saputro, MPd, guru Bahasa Jawa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), meraih Gold Medalist atau peringkat pertama kategori Guru Beprestasi dalam Muhammadiyah Education Award (ME Award) 2026. Penghargaan tersebut diraih dalam ajang yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).
Prestasi tersebut menjadi penegasan atas perjalanan panjang Gayuh dalam dunia pendidikan, literasi, bahasa, dan sastra Jawa. Hal ini sekaligus menjadi apresiasi atas konsistensinya dalam menjalankan profesi sebagai pendidik, sekaligus mengembangkan karya dan inovasi di bidang pendidikan.
Bagi Gayuh, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian pribadi. Gelar juara justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi sekolah maupun peserta didik.
“Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur. Penghargaan ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat melalui profesi sebagai guru,” ujar Gayuh, seusai menerima penghargaan.
Sebagai guru Bahasa Jawa, Gayuh memiliki perhatian terhadap upaya mengenalkan bahasa dan budaya daerah kepada generasi muda. Ia berupaya menjadikan pembelajaran Bahasa Jawa tidak sekadar berkutat pada materi di dalam buku, tetapi juga dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan kontekstual.
Selain mengajar, Gayuh yang juga sebagai Pembina Reyog SMA Muhipo ini juga aktif dan konsisten menulis dalam sastra Jawa, sampai saat ini berbagai tulisannya tersebar di berbagai media, baik lokal maupun nasional. Terutama media berbahasa Jawa, seperti Panjebar Semangat, Jaya Baya, Djaka Lodang, dan Kinasih. Kiprahnya dalam bidang tersebut turut menjadi bagian dari upaya menjadikan seni dan budaya lokal sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda.

Terus Berinovasi
Dalam ME Award 2026, aspek prestasi dan pengembangan profesi menjadi bagian penting yang mendorong guru untuk terus menghasilkan karya dan inovasi. Dalam penilaian ME Awards 2026, ia tidak hanya mengandalkan satu capaian, tetapi menunjukkan rekam jejak profesional melalui portofolio serta performa di hadapan dewan juri. Di bidang pengembangan profesi, aktivitasnya sebagai guru berjalan beriringan dengan kegemarannya menulis.
Gayuh memandang tantangan guru saat ini semakin kompleks. Perubahan karakter peserta didik, perkembangan teknologi, serta derasnya arus informasi menuntut guru untuk tidak berhenti pada pola pembelajaran konvensional. Karena itu, guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik, tetapi tetap memiliki akar nilai dan budaya.
Deretan penghargaan tersebut turut melengkapi perjalanan profesionalnya. Sebelumnya, Gayuh merupakan penerima Anugerah Sutasoma Balai Bahasa Jawa Timur 2021 kategori Guru Bahasa Daerah Berdedikasi, penghargaan dari Bupati Ponorogo sebagai Penulis Konten Lokal Budaya Ponorogo 2022, Anugerah Budaya Muhammadiyah sebagai nomine Guru Berprestasi dalam Seni Budaya PWM Jawa Timur 2024, serta terpilih sebagai Penulis Cerita Anak Dwibahasa Balai Bahasa Jawa Timur 2025. Ia juga pernah meraih juara dalam lomba menulis cerpen tingkat nasional pada 2020.
Gayuh berharap, capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk terus berinovasi dan berani berkarya. Sementara bagi dirinya, capaian tersebut diharapkan menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya dan berprestasi. (sha)





