KEDIRI (RadarJatim.id) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri, Jawa Timur mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sederhana sekaligus tetap produktif di tengah tekanan ekonomi yang dipengaruhi berbagai faktor global maupun domestik.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu, harus disikapi secara bijak oleh masyarakat dengan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Salah satunya, melalui penerapan prinsip muzhid mujhid yang saat ini terus disosialisasikan LDII kepada warga.
“Prinsip ini mengajarkan keseimbangan antara mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan usaha. Masyarakat perlu lebih cermat dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, namun tetap memiliki semangat untuk bekerja keras dan mencari peluang penghasilan,” ujar Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, muzhid merupakan sikap hidup bersahaja, tidak berlebihan dalam konsumsi, serta mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak. Sementara mujhid, lanjutnya, berarti bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha, dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, tantangan ekonomi yang terjadi saat ini tidak cukup dihadapi dengan penghematan semata. Masyarakat juga perlu meningkatkan produktivitas dan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi.
“Kalau hanya berhemat tanpa meningkatkan produktivitas, tentu akan sulit berkembang. Karena itu, LDII mendorong masyarakat untuk memiliki semangat berusaha, belajar keterampilan baru, dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” katanya.
Asyhari menambahkan, ketahanan ekonomi keluarga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat. Keluarga yang mampu mengelola keuangan dengan baik akan lebih siap menghadapi kenaikan harga kebutuhan maupun gejolak ekonomi lainnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Menurut dia, semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah dapat membantu mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan kelompok masyarakat kurang mampu.
“Ketika kondisi ekonomi sedang berat, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan bertahan secara pribadi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai gotong royong dan saling membantu harus tetap dijaga,” ujarnya.
Sebelumnya, DPP LDII mengingatkan pentingnya penerapan prinsip muzhid mujhid dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat gejolak global. Konsep tersebut dinilai dapat menjadi pedoman bagi masyarakat maupun pemerintah untuk menjalankan kehidupan dan kebijakan yang lebih efektif, produktif, serta berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Melalui berbagai program pembinaan, LDII terus mendorong penguatan ekonomi umat, termasuk pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), literasi keuangan keluarga, serta akses pembiayaan syariah bagi masyarakat. (rul)







