SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suasana semarak dan penuh keakraban mewarnai acara Costume Parade yang digelar di Aula SMK Krian 1 Sidoarjo, pada (30/10/2026) siang.
Dalam kesempatan tersebut, Ms. Rameen Sajad, tenaga pendidik English Teaching Assistant (ETA) Amerika yang mengajar di SMK Krian 1 Sidoarjo, turut membagikan edukasi mengenai asal-usul dan makna perayaan Halloween kepada seluruh peserta yang hadir.
Ms. Rameen menyampaikan rasa gembiranya melihat antusiasme para guru dan siswa yang tampil unik dengan berbagai busana kreatif.
“Sangat menyenangkan melihat kalian semua berpakaian seram sekaligus lucu. Saya senang melihat kalian saling tertawa, menikmati acara, membantu mendandani wajah satu sama lain, dan saling bekerja sama,” ungkapnya.
“Halloween secara historis diperingati sebagai penanda berakhirnya musim panen (harvest season) serta awal menyambut musim dingin,” jelasnya.
Menurutnya, tradisi yang kini dirayakan setiap tanggal 31 Oktober tersebut berakar dari kebudayaan bangsa Skotlandia dan Irlandia (Celtic/Samhain) sejak sekitar 2.000 tahun yang lalu.
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya migrasi ke Amerika Serikat serta integrasi budaya, perayaan ini kini telah bertransformasi menjadi festival sekuler yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara Eropa, Amerika, hingga Asia.
Kebudayaan internasional ini menjadi bagian dari komitmen SMK Krian 1 Sidoarjo untuk memberikan wawasan global (go global) kepada para siswa, sekaligus mempererat hubungan serta toleransi budaya antara warga sekolah dengan pendidik asing.
Menurut Kepala SMK Krian 1 Sidoarjo, Dhini Mekarsari, S.Pd., M.M.Pd., mengungkapkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengasah kreativitas peserta didik serta para dewan guru.
“Kreativitas yang ditampilkan oleh para siswa maupun guru luar biasa dan penuh kejutan (unpredictable),” kata Dhini Mekarsari.

“Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara, Mis Rameen,” tegas Bu Dhini_sapaan akrabnya.
Bu Dhini juga menjelaskan bahwa kehadiran tamu asing ini menjadi momentum penting seiring komitmen sekolah untuk mengusung jejaring global, serta mengenalkan budaya luar negeri kepada para siswa tanpa meninggalkan identitas lokal.
”Pihak sekolah berupaya menyambut Ms Rameen dengan hangat agar merasa seperti di rumah sendiri, dan tidak merasa kesepian mengingat jarak yang jauh dari negara asalnya,” terangnya.
Acara ditutup dengan penuh suka cita dan interaksi hangat antara seluruh warga sekolah dan tamu kehormatan. Serta pinilaian tampilan yang dikemas melalui buah, yang kas dengan nenek sihir.(mad)







