KEDIRI (RadarJatim.id) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menemukan praktik unik saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Gemilang di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026). Di desa tersebut, warga membangun ketahanan pangan bukan hanya dengan menanam sayuran di pekarangan rumah, tetapi juga melalui budaya saling bertukar hasil panen (barter) antartetangga.
Saat satu keluarga memanen cabai dan keluarga lain memanen terong atau sayuran lain, hasil panen itu ditukar sesuai kebutuhan masing-masing. Pola sederhana itu membuat warga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga tanpa harus selalu membeli ke pasar. Praktik tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Arifatul selama meninjau greenhouse dan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan KWT Sinar Gemilang.
“Yang saya lihat di sini bukan hanya soal menanam. Yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bergerak bersama. Itu yang menjadi kekuatan utama,” kata Arifatul.
Menurut dia, keberhasilan Desa Tertek tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan proses panjang untuk membangun kesadaran masyarakat agar mau memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Apalagi, program tersebut terus berkembang dari sekadar kegiatan menanam menjadi gerakan pemberdayaan perempuan yang mencakup pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA), pengolahan hasil panen, hingga pemanfaatan sampah rumah tangga melalui kegiatan daur ulang.
KWT Sinar Gemilang berdiri sejak 2008. Pada awal pembentukannya, kelompok itu menjadi wadah belajar bagi ibu-ibu untuk mengenal teknik bercocok tanam sederhana. Dari kegiatan tersebut, berbagai jenis sayuran mulai dibudidayakan secara mandiri oleh warga. Hasil panennya tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
Seiring waktu, anggota kelompok mulai mengembangkan berbagai produk olahan berbahan sayuran. Bayam misalnya, tidak hanya diolah menjadi sayur, tetapi juga dijadikan peyek, dawet, hingga puding yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Produk-produk tersebut kini dipasarkan kepada masyarakat umum, pelaku usaha kuliner, hingga sejumlah instansi yang membutuhkan pasokan sayuran maupun bibit tanaman.
Arifatul menilai, apa yang dilakukan warga Desa Tertek merupakan contoh nyata bagaimana ketahanan pangan nasional dapat dibangun dari tingkat keluarga.
“Ini adalah potensi yang luar biasa. Kekompakan masyarakat seperti inilah yang diharapkan dalam membangun ketahanan pangan dari desa. Saya berharap apa yang dilakukan di sini bisa menginspirasi daerah lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari peran perempuan yang menjadi motor penggerak di tengah masyarakat. Karena itu, Kementerian PPPA mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan yang mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan ketahanan pangan nasional.
Kunjungan kerja Menteri PPPA ke Desa Tertek diakhiri dengan dialog bersama anggota KWT Sinar Gemilang dan peninjauan berbagai hasil budidaya yang selama ini menjadi andalan kelompok tersebut. (rul)







