SIDOARJO (RadarJatim.id) PKK RT 25 Desa Cemandi Kecamatan Sedati Sidoarjo mengadakan lomba menghias taman berbasis daur ulang dengan tema kreasi pot dari bahan galon air mineral, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah gerakan simultan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah mandiri lewat prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle.
Kegiatan lomba ini, dilakukan selama 2 minggu, masing masing tim sudah menyiapkan bahan dan menmbuat kreasi dari daur ulang di lingkungan masing masing dan acara puncaknya penataan taman dilakukan Minggu 21 Juni 2026.
Ketua.PKK RT 25, Fajarwati Rahmah mengatakan kegiatan lomba ini diselenggarakan dengan tujuan memperingati Hari Lingkungan Hidup. “Dengan memanfaatkan lahan di lingkungan fasum RT 25 dengan membuat taman dengan memanfaatkan limbah daur ulang. Agar lingkungan perumahan semakin rapi dan indah,” kata Fajarwati Rahmah.

Panitia Lomba, Eny Nur Hayati menjelaskan bahwa aspek penilaian lomba ini difokuskan pada enam Indikator Utama, yaitu Kreativitas (keunikan desain daur ulang), Keserasian (tanaman dan potnya), Keindahan (tata letak dan komposisi), Variasi (bahan pendukung), Kebersihan taman dan Kekompakan tim.
Tim penilai lomba pembuatan taman ini dipimpin Yusuf sebagai Kordinator Juri dengan anggota terdiri dari Junaidi, Qutup, Endro Trimaryono dan Mukhtar. Dari hasil penilaian dewan Juri, Yusuf menyampaikan bahwa Juara 1 diperoleh kelompok 3 (garuda Juara 2 kelompok 4 (Branjangan) dan Juara 3 kelompok 2 (rajawali).
Ketua Tim 3 (garuda) Suhartatik Hendrik mengucapkan syukur atas kemengangan dalam lomba pembuatan taman ini. Kemenangan ini merupakan kerja keras, peluh, dan kekompakan kelompok 3 (garuda) akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa.
“Hari ini, taman daur ulang hasil gotong royong dinobatkan sebagai Juara 1,” ujarnya.

Diakhir acara Ketua RT 25 Endro Trimaryono menyampaiakn apreasiasi yang luar biasa atas semangat dan peran aktif ibu ibu PKK. Lomba merupakan momentum, tapi yang terpenting adalah keberlanjutan taman harus mudah dirawat oleh warga secara bergantian bahkan setelah perlombaan usai.
“Melalui lomba ini, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan dan biaya bukan alasan untuk tidak memiliki lingkungan yang asri. Dengan sedikit kreativitas, sampah yang mengotori dapur bisa diubah menjadi taman yang menyejukkan mata dan menyehatkan keluarga,” kata ketua RT.
Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi rukun tetangga (RT) lain di wilayah sekitar untuk bersama-sama menjaga bumi, dimulai dari lahan lahan kosong/fasum dilingkungan kita. Saatnya bergerak, dari RT 25 untuk bumi yang lebih hijau!. (MH/RJ)




