GRESIK (RadarJatim.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan sejumlah program bantuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Lantai IV Kantor Bupati Gresik, Kamis (8/10/2026).
Pendistribusian tersebut mencakup Program Gresik Cerdas, Gresik Peduli, dan Gresik Berdaya. Bantuan berasal dari Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Provinsi Jawa Timur, dan Baznas Republik Indonesia.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas yang terus hadir membantu masyarakat Gresik. Ia berharap, sinergi antara Pemkab Gresik dan Baznas dapat terus diperkuat.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik berterima kasih kepada Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI. Kami mohon arahan dan bimbingan. Kami juga terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat Gresik,” ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para ASN yang telah berkontribusi melalui zakat. Menurutnya, kontribusi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat.
Pada kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Gresik mendistribusikan bantuan pendidikan kepada 996 siswa dan mahasiswa. Bantuan tersebut terdiri atas beasiswa SD/MI untuk 560 siswa, SMP/MTs untuk 200 siswa, SMA/SMK/MA untuk 75 siswa, beasiswa mahasiswa internal untuk 77 mahasiswa, dan beasiswa mahasiswa eksternal untuk 84 mahasiswa.
Selain beasiswa, Baznas Kabupaten Gresik juga menyalurkan bantuan kursi roda kepada satu orang, Program Z-Tea berupa rombong, modal, dan alat usaha kepada dua orang, serta subsidi listrik bagi 50 veteran. Total bantuan yang disalurkan Baznas Kabupaten Gresik mencapai Rp 673 juta. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dari Baznas Provinsi Jawa Timur, bantuan yang disalurkan meliputi Beasiswa SKSS untuk enam mahasiswa Gresik senilai Rp 10,2 juta, bantuan perbaikan lima rumah dengan total Rp 100 juta, bantuan rombong dorong untuk enam orang senilai Rp 21 juta, serta bantuan air bersih sebesar Rp 7,2 juta.
Total bantuan dari Baznas Provinsi Jawa Timur mencapai Rp138,4 juta.
Sementara itu, Baznas Republik Indonesia menyalurkan sejumlah program pemberdayaan. Di antaranya Program Z-Mart untuk 50 toko kelontong dengan total bantuan Rp400 juta, Program Z-Auto untuk tiga bengkel senilai Rp60 juta, Balai Ternak Baznas untuk 20 orang senilai Rp518,194 juta, serta Program Baznas Microfinance Desa (BMD) sebesar Rp1 miliar. Total bantuan dari Baznas RI mencapai Rp 1,978 miliar.
Secara keseluruhan, bantuan dari Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Provinsi Jawa Timur, dan Baznas RI yang didistribusikan dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp 2,79 miliar.
Bupati berharap Program Gresik Cerdas dapat membantu anak-anak Gresik melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Ia juga berharap tidak ada lagi anak Gresik yang tidak dapat bersekolah atau kuliah karena terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Pemerintah Kabupaten Gresik hadir melalui Baznas Kabupaten Gresik memberikan beasiswa agar mereka semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-citanya,” katanya.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur, Muhammad Ghofirin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara Baznas, Pemkab Gresik, dan Baznas Provinsi Jawa Timur semakin baik.
“Alhamdulillah acara ini sangat luar biasa di Kabupaten Gresik. Semoga sinergi antara Baznas, Pemkab Gresik, dan Provinsi semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Baznas Republik Indonesia Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, Syarifudin, menyampaikan, bahwa Baznas akan menyiapkan program baru pada 2027. Program tersebut diharapkan dapat semakin selaras dengan aspirasi masyarakat dan program prioritas pemerintah daerah.
Ia mengatakan, keberhasilan pendistribusian zakat tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang dihimpun dan disalurkan. Dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi indikator penting.
“Kami harapannya indikator dampak dari pendistribusian dari kontribusi dana zakat. Bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya. (sto)








