GRESIK (RadarJatim.id) — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik resmi melaksanakan serah terima amanah kepengurusan masa bakti 2026–2031, Rabu (8/7/2026). Hal itu menyusul diterbitkannya surat keputusan (SK) kepengurusan baru.
Momentum tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di bawah Ketua DPC PKB Gresik Muhammad Syahrul Munir. Pengurusan baru juga langsung melakukan konsolidasi organisasi menuju agenda politik berikutnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PKB Gresik yang baru dilantik, M. Syahrul Munir, menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya segera bergerak memperkuat struktur partai melalui pelaksanaan Musyawarah Pengurus Anak Cabang (Musancab) di 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik.
“Agenda terdekat kami adalah konsolidasi organisasi melalui Musancab. Regenerasi di tingkat DPAC harus dipersiapkan dengan baik, baik bagi kepengurusan yang sudah siap maupun yang masih membutuhkan pendampingan,” ujar Syahrul.
Menurutnya, pelaksanaan Musancab akan didampingi Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan (TPPK) agar proses pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Selain konsolidasi, kepengurusan baru juga akan melakukan pembenahan administrasi, penataan aset dan inventaris partai, serta membangun tata kelola organisasi yang lebih akuntabel dan terbuka bagi seluruh kader.
“Kami berkomitmen membangun organisasi yang akuntabel dan bisa diakses seluruh kader. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan, mulai dari tata perkantoran, administrasi hingga menyiapkan strategi kemenangan pada kontestasi politik mendatang,” katanya.
Syahrul menegaskan, PKB akan tetap menjaga hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai mitra strategis, tanpa mencampuradukkan peran organisasi politik dan organisasi keagamaan.
“Sebagai kader dan anak kandung NU, PKB merupakan ruang khidmat politik untuk memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader apabila proses penyusunan kepengurusan dilakukan dalam waktu singkat, termasuk melalui komunikasi via WhatsApp. Itu dilakukan, mengingat adanya tenggat waktu dari DPW PKB Jawa Timur.
Syahrul menjelaskan, komposisi kepengurusan DPC PKB Gresik periode 2026–2031 telah memenuhi keterwakilan perempuan lebih dari 30 persen sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan partisipasi perempuan dalam politik.
Sementara itu, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Gresik periode 2021–2026, Mohammad Qosim, menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan baru dan berharap estafet kepemimpinan mampu membawa PKB Gresik semakin solid. Menurutnya, tantangan partai ke depan semakin besar, sehingga sinergi antara PKB dan NU harus terus dijaga untuk memperkuat perjuangan politik yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“PKB adalah partai yang sangat kental dengan nilai-nilai keagamaan. Selama kita berada di PKB, insya Allah akan menghadirkan keberkahan. Saya mengucapkan selamat kepada Muhammad Syahrul Munir atas amanah yang diberikan warga nahdliyin,” ujar Qosim.
Apresiasi juga disampaikan Bendahara DPW PKB Jawa Timur, M. Sholichul Umam. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus DPC PKB Gresik periode 2021–2026 atas dedikasi selama lima tahun terakhir.
Menurut Umam, seluruh DPC PKB di Jawa Timur kini memasuki tahapan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musancab di seluruh kecamatan, sekaligus memperkuat tata kelola organisasi berbasis Sistem Informasi dan Kelola Unit (SAKU). (sha)







