SURABAYA (Radarjatim.id) – PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) memperoleh persetujuan pemegang saham atas seluruh agenda yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix dan Rekan. Dengan persetujuan tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,75 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,75 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai final, Rp4,06 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, dan sisanya sebesar Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan.
Selain itu, RUPST memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026. Serta menetapkan honorarium dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
Pada hari yang sama, Perseroan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) tahun 2025 guna mendukung optimalisasi strategi bisnis dan pengembangan usaha.
Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk Ricky Winoto, mengatakan, Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis melalui penguatan kapasitas produksi dan pengembangan pasar.
“Perseroan akan terus fokus pada peningkatan kualitas produk, efisiensi operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Ricky.
Hingga kuartal pertama 2026, ASPR membukukan pendapatan sebesar Rp78,29 miliar, meningkat 27,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp3,03 miliar.
Dalam Public Expose yang digelar setelah rapat, manajemen menyampaikan prospek usaha Perseroan masih positif seiring meningkatnya permintaan dari segmen air minum dalam kemasan (AMDK) dan minyak goreng.
Untuk menangkap peluang tersebut, ASPR berencana menambah investasi mesin produksi pada 2026. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing Perseroan di industri kemasan plastik nasional.






