SIDOARJO (RadarJatim.id) — Semangat pengabdian kembali digaungkan oleh Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) melalui pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.
Mengusung tema “Penguatan Desa Berkelanjutan melalui Edukasi Kesehatan, Inovasi Digital, Ekonomi Kreatif, Literasi Hukum, dan Pemberdayaan Masyarakat”, sebanyak 325 mahasiswa resmi diterjunkan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat selama satu bulan penuh.
Para mahasiswa akan melaksanakan KKN mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 dan dibagi ke dalam 12 kelompok yang ditempatkan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Prambon dan Kecamatan Candi di Kabupaten Sidoarjo, serta Kecamatan Wringinanom di Kabupaten Gresik.
KKN tahun ini tidak hanya menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih mandiri, sehat, inovatif, dan berdaya saing.
Dalam arahannya saat membuka kegiatan, yang ditandai dengan memukul Gong, Rektor Universitas Maarif Hasyim Latif, dr. Hidayatullah, Sp.N., menegaskan bahwa mahasiswa merupakan duta kampus yang membawa nama baik universitas di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal utama dalam menjalankan pengabdian,” katanya pada (25/7/2026).
“Hari ini kalian berangkat bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai representasi Universitas Maarif Hasyim Latif. Masyarakat akan mengenal kampus ini melalui sikap dan pengabdian kalian. Pegang teguh falsafah ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.’ Hormati budaya, adat istiadat, nilai-nilai yang hidup di masyarakat.” pesan Rektor yang juga menjabat sebagai ketua Konsultan Hukum Kesehatan Dan Advokasi Rumah Sakit Seluruh Indonesia Korwil Jatim.
Ia juga berharap seluruh program kerja yang disusun mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.
Ketua Panitia KKN UMAHA 2026, Heru Romadon, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tema yang diusung merupakan bentuk komitmen UMAHA dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan multidisiplin.
“KKN tahun ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya hadir dengan program seremonial, tetapi mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat. Mulai dari edukasi kesehatan, pemanfaatan teknologi digital, penguatan UMKM melalui ekonomi kreatif, peningkatan kesadaran hukum, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” jelasnya.
“Kami berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat melahirkan program-program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” harap Kaprodi yang terkenal dekat dengan mahasiswa tersebut.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa peserta KKN agar bersinergi dengan masyarakat.
Dengarkan kebutuhan masyarakat, berkolaborasilah dengan pemerintah desa, dan tinggalkan karya yang bermanfaat bahkan setelah KKN ini berakhir. “Jadikan pengabdian ini sebagai proses belajar untuk menjadi pemimpin yang memiliki empati, integritas, dan kepedulian sosial,” pesannya.
Sementara itu, mewakili seluruh peserta KKN, Anna Aprilia, mahasiswa Fakultas Hukum UMAHA, menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad mahasiswa untuk memberikan kontribusi terbaik selama berada di lokasi pengabdian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mengabdi di tengah masyarakat,” ucapnya.(mad)







