SURABAYA (RadarJatim.id) — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) punya cara tersendiri untuk mengoptimalkan komunikasi dengan orang tua mahasiswa baru. Lewat Sapa Unesa, orang tua mahasiswa didorong lebih aktif memantau perkembangan perkuliahan anak, mulai dari capaian akademik, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga peluang beasiswa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan keluarga mahasiswa agar persoalan selama perkuliahan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahim Akademik bersama Para Orang Tua (Sapa) Unesa yang berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2026 di Graha Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.
Forum ini mempertemukan pimpinan universitas dengan orang tua mahasiswa untuk menyamakan pemahaman mengenai proses pendidikan tinggi, sekaligus membangun dukungan bersama bagi keberhasilan studi mahasiswa.
Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan, MKes atau yang akrab disapa Cak Hasan mengatakan, keberhasilan pendidikan mahasiswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama orang tua. Kampus memiliki tanggung jawab menyediakan pendidikan berkualitas, sedangkan keluarga berperan dalam memberikan perhatian, motivasi, dan pendampingan selama anak menjalani kehidupan akademik.
“Keberhasilan mahasiswa tidak bisa dibentuk hanya oleh kampus sendiri. Kampus, orang tua, keluarga, dan masyarakat harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang berbeda dari jenjang sekolah sebelumnya. Mereka dituntut lebih mandiri, kritis, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia. Karena itu, komunikasi antara kampus dan orang tua diperlukan untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan maupun kendala mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Cak Hasan juga memaparkan perkembangan program akademik Unesa, termasuk kelas internasional, program gelar ganda (double degree), dan berbagai skema mobilitas mahasiswa. Saat ini, katanya, Unesa memiliki enam program studi gelar ganda dengan perguruan tinggi luar negeri, 21 program studi kelas internasional, serta 55 program studi terakreditasi internasional.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas pengalaman belajar dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Dukungan orang tua dinilai penting agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sejak awal perkuliahan.
Sementara Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof Dr Martadi, MSn, menjelaskan, Sapa Unesa menjadi sarana menyatukan harapan keluarga dengan visi pendidikan universitas. Orang tua, lanjut Prof Martadi, perlu mengetahui berbagai fasilitas dan program yang selama ini telah disediakan kampus agar dapat membantu anak merencanakan masa studinya.
“Melalui forum ini, kami ingin menyatukan komitmen orang tua dan Unesa untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu serta memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Ia menambahkan, Unesa akan mengupayakan komunikasi serupa secara berkala. Orang tua juga dapat memanfaatkan kanal informasi kampus untuk mengetahui perkembangan akademik mahasiswa, termasuk bagi keluarga yang tidak dapat menghadiri kegiatan secara langsung.
Dalam forum tersebut, orang tua turut menyampaikan aspirasi mengenai peningkatan layanan pendidikan. Salah satunya disampaikan Tanti Istiana Dewi, ibu dari Wisnu Praja Ramadhani, mahasiswa S-1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Unesa Kampus Magetan. Ia berharap, kampus memperhatikan kelengkapan fasilitas perkuliahan, terutama gedung yang menunjang kenyamanan belajar.
“Saya berharap pelayanannya terus ditingkatkan, termasuk fasilitas gedung perkuliahan agar segera dibangun dan diperbanyak sehingga kegiatan belajar tidak terganggu oleh teriknya cuaca,” ungkapnya.
Melalui Sapa Unesa, kampus berupaya menjadikan orang tua sebagai mitra dalam mengawal perjalanan akademik mahasiswa. Komunikasi yang terjaga diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan studi sesuai target, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. (har)







