SIDOARJO (RadarJatim.id) — Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bahasa, SMA Negeri 1 Sidoarjo telah menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku ‘Warisan 10 Srikandi Nusantara’ yang diikuti oleh perwakilan siswa kelas 10 dan 11, anggota Jurnalistik, OSIS serta MPK, pada (9/10/2026) pagi di Aula SMA Negeri 1 Sidoarjo.
Dengan menghadirkan penulisnya langsung Dra. Fety Susilawatie, M.Pd. yang juga sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sidoarjo, serta menghadirkan pula Ali Mahfud, M.Pd. penulis buku ESQ dan Pendidikan Karakater, guru biologi SMA Negeri 1 Gedangan.
Diawali dengan sambutan oleh Ketua Panitia Peringatan Bulan Bahasa SMA Negeri 1 Sidoarjo, Amir Ali yang menjelaskan kalau kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk membagikan proses kreatif para narasumber dalam menghasilkan karya, sekaligus memberikan inspirasi dan memotivasi peserta didik dalam dunia literasi.
Menurutnya kemampuan menulis itu tidak terbatas bagi orang-orang di bidang Bahasa Indonesia saja. Siapa saja dapat menulis asalkan memiliki kemauan, kemampuan, dan keajekan untuk terus berkarya. “Seperti Pak Ali Mahfud ini, guru biologi juga bisa menulis hingga menghasilkan beberapa buku,” kata Amir Ali memberikan contoh pada peserta bedah buku.

Ia terangkan, rangkaian kegiatan Bulan Bahasa sendiri telah berlangsung sejak September. Sebelum agenda bedah buku ini, telah dilaksanakan UKBI Tahap 1 serta diklat penulisan. Setelah ini, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan kunjungan jurnalistik ke kantor media dan ditutup dengan pelaksanaan UKBI Tahap 2.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyerap inspirasi dari karya para narasumber yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk terus berkarya,” harapnya.
Prosesi bedah buku, Fety Susilowatie banyak mengupas tentang ‘Warisan 10 Srikandi Nusantara’ tersebut membahas ringkasan biografi hingga rekam jejak perjuangan para tokoh, yang pada tahun lalu telah dibeli oleh Sekolah Rakyat sebanyak 80 eksemplar serta dipasarkan melalui platform e-commerce Shopee.
Sebuah karya buku baru yang mengulas rekam jejak perjuangan 10 pahlawan wanita Nusantara resmi diperkenalkan. “Buku ini dihadirkan untuk menguraikan biografi singkat, warisan nilai kepahlawanan, serta relevansi nilai perjuangan para pahlawan wanita bagi generasi penerus di era modern,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa penyusunan buku ini bertujuan untuk memberikan teladan kepada generasi penerus agar tidak memandang sebelah mata peran perempuan. Menurutnya, kaum wanita harus siap melanjutkan perjuangan para pendahulu tanpa melupakan kodrat dan tugas utamanya.
Struktur dan isi buku tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa bagian utama, diantaranya konsep dasar pahlawan perempuan. Pada bab awal, kami menguraikan definisi pahlawan perempuan, arti penting mereka dalam sejarah perjuangan bangsa, serta alasan mengapa kisah mereka perlu dipelajari.
Berikutnya pengelompokan figur dan biografi, yang dikelompokkan berpasangan berdasarkan kesamaan garis perjuangan. Beberapa figur yang dipasangkan antara lain R.A. Kartini dengan Dewi Sartika yang memperjuangkan emansipasi dan pendidikan, serta Cut Nyak Dhien dan Cut Meutia dalam konteks perjuangan fisik.
Bu Fety_sapaan akrabnya penulis, juga menyoroti garis keturunan perjuangan, seperti sosok Nyai Ageng Serang yang memiliki cucu seorang tokoh penting pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.
Pada bab penutup, buku ini menarik benang merah dari perjuangan fisik dan diplomasi para Srikandi. Bagian ini membahas kepemimpinan, nasionalisme, patriotisme, serta contoh konkret penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.

“Meski dikemas secara ringkas dan dengan bahasa yang sederhana, buku ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kaum perempuan modern untuk terus berkarya, memegang teguh semangat perjuangan, dan tetap menjalankan peran pentingnya secara seimbang,” harapnya.
Seluruh upaya dan target literasi yang dijalankan ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi para siswa. “Dengan adanya penataan target yang jelas dan konsistensi dalam mengeksekusinya, diharapkan akan terus bermunculan penulis-penulis muda berbakat dari lingkungan sekolah,” harapnya lagi.(mad)







