SIDOARJO (RadarJati.id) — Tak mengira acara kelulusan murid yang menghadirkan seni karawitan di beberapa acara kelulusan siswa bisa menambah sakralnya acara. Baru tahun ini, tahun 2026, acara kelulusan murid kelas IX menghadirkan seni karawitan.
Sebelumnya belum pernah bahkan, tidak pernah. Padahal alat karawitan sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya, baru di tahun 2026 bisa kesampaian menghadirkan seni karawitan.
Saat kirab pelepasan, kesakralan mulai muncul saat barisan Paskibra yang berada di depan mulai berjalan, kemudian dibelakangnya ada 4 penari tradisi. Petugas tersebut untuk mengantarkan Ratu/Raja, Kepala Sekolah beserta jajarannya ke Singgasana.
Terakhir telah dilakukan di SMP Negeri 1 Tanggulangin, pertengahan Juni 20206 ini, dengan diiringi Gending Kodhok Ngorek oleh murid kelas VII dan VIII.
Gending ini memiliki fungsi yaitu simbol penyatuan, tanda khusus peristiwa penting keraton, menciptakan suasana mistis dan khidmad dalam ritual sakral.
Kepala SMP Negeri 1 Tanggulangin, Agustuti Welas Asih, menyampaikan sangat mendukung sekali seni karawitan bisa dimasukan dipengisi acara kelulusan.
Begitu juga Pembina Seni Karawitan, Abrianti Maghfirroh, S.Pd, sekaligus Guru Bahasa Jawa, juga mengaku senang sekali seni karawitan bisa diberikan kesempatan untuk unjuk gelar, merasa kaget, karena sebelumnya jarang tampil di acara besar.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Fajar juga mengaku kalau tahun sebelumnya biasa saja. “Namun di tahun ini dengan hadirnya Seni Karawitan Jawa, menambah endahing suasana,” ungkapnya.(mad)






