SIDOARJO (RadarJatim.id) — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kekhawatiran orang tua terhadap dampak digitalisasi pada anak usia dini semakin meningkat.
Menjawab tantangan tersebut, Jasmine Marchia Maulana, siswi kelas 9 SMP Negeri 2 Prambon telah meluncurkan sebuah inisiatif kreatif bertajuk “Sahabat Dongeng Sidoarjo” yang dilakukan secara digital.
Hal tersebut dijelaskan Jasmine usai membaca puasi hasil karyanya dalam acara Launching Buku Antologi Puisi ke 15 Komunias Guru Penulis Sidoarjo (KGPS) dengan mengambil tema ‘Perempuan Pencerah Hati’ pada (9/5/2026) sore di Aula Kantor Dinas P3A KB Sidoarjo.
Program ini diperkenalkan Jasmine dalam sebuah acara talkshow yang membahas pentingnya mawas diri di era digital. Menurut Jasmine, anak-anak muda perlu mengambil peran aktif dalam memberikan konten positif bagi sesamanya.
Program ‘Sahabat Dongeng Sidoarjo’ tidak bergerak sendiri. Jasmine menjelaskan bahwa inisiatif ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor, di antaranya, BrangWetan, Komunitas budaya yang fokus pada pengembangan kreativitas, juga dengan Dekesda (Dewan Kesenian Sidoarjo).
Lanjutnya, saya mendapat bimbingan dari Pak Henry Nurcahyo, seniman senior sekaligus Ketua BrangWetan yang memberikan bimbingan langsung.
Bentuknya adalah pemanfaatan media sosial Instagram, berbeda dengan dongeng konvensional, Jasmine memanfaatkan platform Instagram melalui akun @sahabatdongengsidoarjo sebagai media utama.
Konten yang disajikan meliputi tulisan kreatif, gambar, hingga cerita pendek (cerpen) yang bertujuan untuk memantik kreativitas anak-anak muda lainnya.
”Melalui program ini, Jasmin ingin mengajak teman-teman untuk meningkatkan kreativitas yang kita junjung bersama-sama. Di era ini, kita harus belajar bersama,” ujar Jasmin dengan antusias.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, Jasmine juga dikenal sebagai siswi yang sarat prestasi. Beberapa pencapaian dan bakat yang ia miliki antara lain, pernah Juara Olimpiade Bahasa Indonesia Nasional (2024).
Juga terlibat dalam penulis puisi yang baru dilaunching, dua karya orisinalnya berjudul “Perempuan yang Bermimpi” dan “Pelita yang Tak Pernah Padam” yang juga telah dibacanya di hadapan peserta launching.
”Buku Antologi ini juga mendapatkan apresiasi langsung berupa tanda tangan dari Kepala Dinas P3A KB setempat, Ibu Heni Kristiani,” katanya.

Meski baru akan lulus dari bangku SMP Negeri 2 Prambon dalam satu bulan ke depan, Jasmine berkomitmen untuk terus konsisten di bidang digital dan literasi. Dengan dukungan penuh dari sang ibunda dan para mentor seperti Pak Kris dan Pak Henry.
Ia berharap dapat terus menebar manfaat melalui hobi menggambar dan menulisnya. “Semua ini adalah ikhtiar. Jika ada kegiatan positif, Jasmine akan ikut berkontribusi,” pungkasnya.(mad)






