SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya membangun kesamaan program sekolah dengan orang tua siswa, SMA Negeri 3 Sidoarjo telah menyelenggarakan kegiatan seminar parenting, sekaligus mensosialisasikan program sekolah bagi seluruh wali murid kelas X, pada (20/8/2026) pagi di Aula sekolah.
Diusung dengan tema ‘Anak Hebat Lahir dari Kolaborasi Hebat: Sekolah, Orang Tua, dan Peserta Didik’ difokuskan bagi wali murid kelas X mengingat pentingnya masa adaptasi bagi para siswa baru.
Menurut Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo Wiwik Tri Ernawati, S.Sos M.H menjelaskan kalau transisi dari jenjang SMP ke SMA ini membawa berbagai perubahan yang sangat banyak, mulai dari sistem pendidikan hingga alokasi jam pembelajaran yang berbeda. “Oleh karena itu, kehadiran orang tua sangat diperlukan, agar kedua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait perubahan tersebut,” jelasnya.
Selain sosialisasi transisi belajar, seminar ini juga bertujuan untuk mensinkronkan serta menyelaraskan berbagai program sekolah dengan peran orang tua. “Melalui kolaborasi dan dukungan penuh dari para orang tua murid, diharapkan setiap program yang dirancang sekolah dapat berjalan optimal demi mendukung perkembangan peserta didik,” harap Bu Wiwik_sapaan akrabnya.
Sementara itu, Ustad H. Bambang Heri Latif, SE yang menjadi narasumber parenting, juga menjelaskan kalau keberhasilan pendidikan anak tidak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua.
Menurut perwakilan dari Nurul Hayat ini, kesamaan visi antara rumah dan sekolah sangat krusial, karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di dua lingkungan tersebut. “Jika orang tua dan pihak sekolah tidak memiliki pandangan yang sejalan dalam mendidik, maka anak yang akan menanggung dampaknya,” jelasnya.

Lanjutnya, termasuk di tengah kemajuan teknologi dan maraknya penggunaan media sosial maupun gawai (gadget), ia menilai keberadaan hal tersebut sudah tidak dapat dihindari oleh anak-anak maupun remaja.
Namun, solusinya bukan dengan melarang atau membatasi secara ekstrem, melainkan dengan menanamkan nilai-nilai (values) yang kuat pada diri anak. Dengan pemahaman nilai yang baik, anak dapat membedakan mana hal yang pantas dan tidak pantas, serta mana yang benar dan salah saat berselancar di dunia digital.
Selain tantangan media sosial, lingkungan di luar rumah dan sekolah juga kerap menyuguhkan berbagai godaan berupa kenikmatan atau kesenangan sesaat.
“Oleh karena itu, orang tua juga dituntut untuk mampu menghadirkan suasana rumah yang memberikan pilihan kesenangan, kebahagiaan, serta kenyamanan yang lebih baik dibandingkan apa yang ditawarkan di luar sana,” terang Ustad Bambang Heri Latif.(mad)







