SIDOARJO (RadarJatim.id) – Jalan Kemangsen-Krian atau tepatnya didepan Rumah Potong Hewan (RPH) Krian yang selama ini menggunakan beton precast dan kondisinya bergelombang dibongkar untuk digantikan dengan konstruksi beton baru.
Proyek peningkatan jalan sepanjang 450 meter dengan lebar 7 meter yang menelan anggaran sekitar Rp 3,61 Milyar itu diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus memperlancar mobilitas warga.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, H.M. Nizar menjadi salah satu pihak yang memberikan perhatian serius terhadap proses pengerjaan jalan tersebut. Ruas Kemangsen-Krian merupakan jalur yang setiap hari dilalui masyarakat.
“Warga antusias dan bangga dengan adanya pembangunan ini. Tapi hasilnya jangan sampai seperti yang lain. Mutunya jangan sampai dikurangi,” kata Nizar kepada awak media, Senin (7/9/2026).
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Nizar menyinggung sejumlah pekerjaan proyek strategis di Kabupaten Sidoarjo yang sebelumnya sempat menghadapi persoalan, mulai dari keterlambatan hingga temuan kelebihan pembayaran.
Anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo 4 (Krian, Balongbendo dan Tarik) itu meminta pelaksanaan proyek jalan Kemangsen-Krian dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Terutama menyangkut ukuran dan ketebalan konstruksi yang menjadi bagian penting dari kualitas jalan beton.
“Intinya dikerjakan sesuai spesifikasi, jangan sampai dikurangi. Kalau dikurangi, akhirnya bisa menjadi kelebihan bayar,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut akan melakukan pengawasan secara langsung terhadap pekerjaan tersebut. Ia memastikan fungsi pengawasan DPRD Sidoarjo tidak berhenti pada pemantauan dari jauh, tetapi juga akan melihat kondisi fisik pekerjaan dilapangan.
“Ini Dapil saya. Saya plototi semuanya. Bahkan ketebalannya, nanti saya ukur sendiri,” tegas politisi senior Partai Golkar tersebut.
Menurutnya bahwa pengawasan tersebut penting, karena jalan yang sedang dibangun merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari. Selain kendaraan warga, ruas jalan tersebut menjadi jalur kendaraan berukuran besar sehingga membutuhkan konstruksi yang benar-benar kuat dan sesuai perencanaan.
Nizar berharap proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan kualitas jalan yang sesuai dengan nilai anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
“Jangan sampai pekerjaan ini tidak tuntas, dan kemudian menjadi temuan lagi. Itu yang harus kita cegah,” pungkasnya. (mams)







