SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pada Agustus 2026 lalu, Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) melakukan rilis pemerintahan H. Subandi-Hj. Mimik Idayana selama 1,5 tahun masa kepemimpinannya sebagai pasangan Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo periode 2025-2030.
Berdasarkan hasil survei ARCI, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Subandi-Mimik selama 100 hari pertama sebesar 84,9 persen. Kemudian mengalami penurunan menjadi 80,5 persen selama 6 bulan kinerja pasangan yang memilik jargon BAIK tersebut.
Angka tersebut terus terkoreksi menjadi 71,8 persen saat masa kepemimpinan keduanya memasuki 1 tahun kinerja. Kemudian turun lagi menjadi 70,6 persen ketika memasuki 1,5 tahun kepemimpinan BAIK.
Turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan Subandi-Mimik mendapatkan perhatian serius dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Sidoarjo.
Achmad Muzayin Syafrial, Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo mengatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Subandi-Mimik yang berada pada angka 70,6 persen selama 1,5 tahun ini masih menjadi modal kepercayaan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
“Tetapi bagi (Partai, red) Gerindra, persoalannya tidak berhenti pada angka 70,6 persen itu masih tinggi atau tidak? Yang lebih penting adalah pergerakannya,” kata Muzayin Syafrial yang didampingi oleh beberapa anggota Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, Senin (7/9/2026).
Pergerakan tingkat kepercayaan masyarakat yang terkoreksi hingga 14,3 persen selama 1,5 tahun masa kepemimpinan Subandi-Mimik merupakan peringatan dini untuk segera dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
DPC Partai Gerindra Sidoarjo menghargai hasil survei ARCI sebagai salah satu potret persepsi masyarakat, sekaligus mendorong transparansi metodologi agar hasil survei dapat dibaca publik secara proporsional.
“Gerindra mendorong evaluasi dan percepatan kinerja Pemkab Sidoarjo, khususnya pada sektor yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo itu meminta agar evaluasi kinerja dilakukan dengan indikator yang jelas dan terukur dengan membandingkan target, realisasi, anggaran serta manfaat yang diterima masyarakat.
Sebagai partai pengusung, Gerindra akan tetap mendukung pemerintahan Subandi-Mimik sekaligus menjalankan fungsi koreksi, pengawasan dan penyampaian aspirasi masyakat secara konstruktif.
“DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo akan tetap berdiri bersama masyarakat, menyerap dan memperjuangkan aspirasi mereka. Serta mengawal pemerintahan yang turut kami usung agar bekerja semakin terukur, semakin tepat sasaran dan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.
Diakui oleh Muzayin, sebagai salah satu partai pengusung bersama Partai Golkar dan Partai Demokrat bahwa hubungan atau komunikasi dengan kepala daerah, khususnya dengan H. Subandi belum berjalan dengan baik.
Selama 1,5 tahun menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, belum ada koordinasi dan komunikasi antara Subandi dengan partai pengusung dalam merumuskan arah kebijakan Pemkab Sidoarjo.
“Kalau komunikasi, koordinasi dan evaluasi sering bersama Bu Wabup (Sidoarjo, red). Tapi soal dengan bupati, belum pernah sama sekali. Masukan Fraksi Gerindra disampaikan melalui Bu Wabup, termasuk soal 14 program janji pemerintahan Subandi-Mimik, karena itu menjadi nafas pembangunan dan lainnya,” akunya.
Untuk itu, DPC Partai Gerindra Sidoarjo akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat selaku partai pengusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo tahun 2024 lalu.
Komunikasi dan koordinasi antar partai pengusung itu dilakukan agar kinerja Bupati dan Wabup Sidoarjo tetap berjalan sesuai dengan visi, misi dan janji kampanye pasangan BAIK.
“Komunikasi bersama partai lain masih sangat baik. Kami sering berkomunikasi dan kerjasama. Hanya saja, survei ini harus ditanggapi dan dijadikan bahan diskusi dan proses pengawalan pemerintahan ini sebagai arus utama dalam mengusung rumusan kebijakan Subandi-Mimik semakin membaik,” pungkasnya. (mams)








