SURABAYA (RadarJatim.id) — Suasana meriah terlihat pada wisuda STIAMAK Barunawati Surabaya, Sabtu (12/9/2026). Para undangan dari orang tua wisudawan, para pakar keilmuan, pejabat, pimpinan Pelindo Group, dan pengurus asosiasi bisnis pelabuhan memberikan dukungan moral kepada wisudawan.
Videotron 4 x 9 meter pun dipenuhi tayangan ucapan selamat dan sukses, harapan dan doa untuk para wisudawan. Ucapan selamat itu datang dari para kolega kampus ini.
Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya, Dr Gugus Wijonarko, MM, dalam sambutannya menyampaikan pesan lima kekuatan utama kepada para wisudawan. Kelimanya, terus belajar sepanjang usia, menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. “
“Selain itu, pelajari kecerdasan buatan (AI), analitik data, dan teknologi digital,” kata Gugus.
Ia juga menyampaikan agar lulusan STIAMAK menjaga integritas.
“Jangan menukar nama baik, kejujuran dan harga diri dengan keberhasilan yang bersifat sementara,” pesan tegasnya.
Dalam dunia bisnis dan pembangunan, ia berpesan agar wisudawan membangun kolaborasi. “Bisnis dan pembangunan tidak bisa diselesaikan dengan satu disiplin ilmu atau satu organisasi,” tambahnya.
Sementara dalam leadership, katanya, para wisudawan diharapkan mampu menjadi pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan. Ini sesuai dengan tema Wisuda ke-25 STIAMAK: “Peluang dan Tantangan Ilmu Administrasi Bisnis Era Disrupsi dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan”.
Menurut Gugus, era disrupsi telah mengubah cara organisasi berorientasi, cara perusahaan melayani pelanggan, cara pemimpin mengambil keputusan, serta cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Administrasi, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan pencatatan, pengarsipan, penyusunan prosedur atau pelaksanaan fungsi administratif.
Administrasi modern, menurut Gugus, mencakup kemampuan mengelola informasi, merancang proses bisnis, memimpin transformasi organisasi, mengembangkan SDM, membangun hubungan dengan pelanggan, dan mengambil keputusan berdasarkan data.
Prtosesi wisuda dihadiri Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Kota Surabaya, Drs Dedik Irianto, MM; Ketus Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS), M. Zaini bersama Pembina dan Pengawas YBBS, Prof Usep Suhud, PhD, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta.
Sealin itu, juga ada Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI), Kiagus Muhammad Amran dan pengurus YPBPI, pimpinan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), para pimpinan grup Pelindo dan asosiasi pelabuhan Jawa Timur. (fai)








