SIDOARJO (RadarJatim.id) Menindak lanjuti keluhan para petani di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo yang kerap mengalami kekeringan dan berdampak pada hasil panen, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol langsung menindak lanjuti mencarikan solusi. Langkah kongkrit ini dengan memberikan empat pompa air melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BRI.
Diharapkan bantuan ini bisa menjadi solusi petani agar bisa meningkatkan produktivitas pertanianya.
“Kami menyerap aspirasi para petani di Desa Dukuh Tengah. Problem mereka cukup banyak, terutama terkait kebutuhan air. Karena itu kami mendorong agar program CSR bisa lebih tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar BHS, Jumat (27/2/2026) sore.
Bapak Petani Sidoarjo ini menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi dengan BRI. Dimana keterlibatan perbankan melalui CSR menjadi solusi konkret untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.
“Alhamdulillah, aspirasi warga terkait pompa air sudah bisa direalisasikan. Harapannya produktivitas pertanian di Sidoarjo semakin meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” tegas Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini.
Bambang juga menyoroti masalah gagal panen akibat serangan hama burung yang belum terakomodasi dalam skema asuransi pertanian.
“Beberapa wilayah sering gagal panen akibat hama burung. Kami akan mengusulkan agar skema asuransi bisa mengakomodasi kerugian akibat hama tersebut, sehingga petani mendapat perlindungan yang lebih menyeluruh,” terang Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Jatim ini.
Ditempat yang sama, Pimpinan Cabang BRI Sidoarjo, Sudomo, mengatakan bantuan CSR ini diharapkan menjadi stimulan bagi petani untuk meningkatkan skala usaha.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Bambang Haryo Soekartono yang telah menjembatani kebutuhan masyarakat. Bantuan ini diharapkan menjadi pancingan agar petani semakin semangat mengembangkan usahanya,” ujar Sudomo.
Mantan Pemimpin BRI Bandung ini menambahkan pihak BRI juga memberi kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani.
“Untuk KUR hingga Rp100 juta saat ini tidak memerlukan agunan tambahan. Bunganya sekitar 6 persen per tahun. Silakan petani yang membutuhkan modal usaha menghubungi kantor BRI terdekat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Dukuh Tengah, Chusnul Arofiq, menyambut baik realisasi bantuan tersebut. Dikatakan bahwa pompa air sangat dibutuhkan petani, terutama saat musim kemarau.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Terikasih Bapak BHS dan BRI. Selama musim kemarau, petani sering gelisah karena kekurangan air. Dengan adanya pompa ini, insyaallah keresahan itu bisa berkurang dan hasil panen lebih baik,” kata Kades Dukuh Tengah, Chusnul. (RJ/RED)







