Inilah Sekolah Yang Siswanya Dapat Nilai TKA 100
SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo mengimbau seluruh pihak, mulai dari pihak sekolah, guru, orang tua, hingga siswa, untuk tidak hanya terpaku pada nilai akhir atau capaian angka 100 dalam hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA).
TKA ditegaskan bukan merupakan Ujian Nasional (UN) ataupun alat untuk mengukur kemampuan individu semata, melainkan sebuah instrumen untuk melihat bagaimana proses pembelajaran yang berjalan di sekolah.
“Nantinya, hasil dari TKA ini akan masuk dan memengaruhi rapor pendidikan sekolah serta rapor pendidikan daerah,” tutur Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd pada (4/6/2026) siang.
Menurutnya, grafik capaian Sidoarjo di atas rata-tata nasional. Ia lebih menekankan pentingnya proses, capaian hasil akhir TKA untuk wilayah Sidoarjo terpantau cukup memuaskan.
Secara umum, hasil TKA untuk jenjang SD dan SMP pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika berada di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan data yang disampaikan, berikut adalah rata-rata nilai TKA di Sidoarjo, jenjang SD-Bahasa Indonesia nilainya 66,9 dan Matematika nilainya 50,02.
Untuk jenjang SMP, nilai rata-rata untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika juga berhasil berada di atas rata-rata nasional.
“Untuk capaian nilai sempurna (100) pada jenjang SMP, tercatat ada 3 siswa yang meraih nilai 100 pada mata pelajaran Matematika, dan 42 siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia,” terangnya.
Melihat hasil tersebut, Ia mengajak sekolah untuk memberikan edukasi secara masif kepada orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebih terkait nilai akhir anak. “TKA pada dasarnya mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa, yang mana setiap anak memiliki proses dan kemampuan yang berbeda-beda,” ajaknya.
Lanjutnya, guru-guru, murid, dan orang tua sudah berjuang. Bagaimana anak-anak yang kemampuan literasinya misal dari 30 bisa naik ke 50, itu yang harus diperhatikan.
“Jadi jangan fokus ke nilai 100 atau 90 saja. Ada perubahan (progres), itu yang kita lihat, dan itu yang ditunjukkan di rapor pendidikan,” jelas Bu Netty yang juga selaku Sekretaris Dinas Dikbud Sidoarjo.
”Anak-anak diharapkan tidak dipaksa untuk mencapai target yang tidak sesuai dengan kapasitasnya, melainkan didukung agar kemampuan literasi dan numerasinya terus berkembang secara bertahap,” harapnya.
Meskipun orientasi utamanya adalah proses pembelajaran, nilai TKA tetap memiliki fungsi strategis bagi siswa. Sesuai dengan Surat Edaran dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, nilai TKA dapat digunakan sebagai salah satu komponen dalam SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), melalui Jalur Prestasi Hasil Belajar (gabungan hasil belajar sebagai bentuk apresiasi), dan Jalur Layanan Individual Siswa Cerdas Istimewa (Lisci).
“Namun kembali diingatkan, fungsi tersebut tidak boleh mengesampingkan esensi utama TKA, yaitu sebagai bahan evaluasi dan perbaikan proses mutu pembelajaran di sekolah,” pungkasnya.(mad)
Inilah sekolah yang siswanya mendapatkan nilai TKA 100
Bahasa Indonesia :
SMP Negeri 1 Sidoarjo ada 3 Siswa
SMP Katolik Untung Suropati Sidoarjo
SMP Negeri 2 Sidoarjo
SMP Negeri 6 Sidoarjo 2 Siswa
SMP Negeri 3 Sidoarjo
SMP Negeri 5 Sidoarjo
SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo
SMP Negeri 3 Porong
SMP Negeri 1 Jabon
SMP Negeri 1 Krembung
SMP Persatuan Krembung
SMP Negeri 1 Tulangan
SMP Negeri 1 Balongendo
SMP Negeri 1 Krian 2 Siswa
SMP Negeri 1 Wonoayu
SMP Negeri 1 Sukodono
SMP Negeri 2 Taman
SMP Negeri 1 Taman
SMP Negeri 1 Waru
SMP Negeri 2 Waru
SMP Al Falah Assalam
SMP Negeri 1 Sedati
SMP Negeri 2 Sedati
SMP Negeri 1 Buduran
SMP Negeri 2 Buduran
SMP YPM 1 Taman
SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo
SMP Raudlatul Jannah
SMP Islam Terpadu Darul Fikri
SMP Progresif Bumi Shalawat 4 siswa
SMP Islam Al-Amin
SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo
SMP Bilingual Terpadu 2
SMP Islam Al Azhar 54 Sidoarjo 2 Siswa
Matematika :
SMP Progresif Bumi Shalawat 2 Siswa
SMP Insan Cendekia Mandiri






