KEDIRI (RadarJatim.id) – Keluhan orang tua siswa terkait tingginya biaya seragam pada awal tahun ajaran baru 2026/2027 bermunculan di Kota Kediri. Sementara Dinas Pendidikan Kota Kediri memastikan program seragam gratis tetap berjalan, tetapi baru mulai didistribusikan pada pertengahan September 2026.
Dengan demikian, sebagian besar siswa baru diperkirakan harus lebih dahulu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan seragam yang dibeli secara mandiri atau menggunakan seragam yang telah dimiliki, sembari menunggu proses pengadaan pemerintah rampung.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, A. Wartjiantono, mengatakan, saat ini pengadaan masih berada pada tahap penyusunan spesifikasi teknis sebelum diumumkan melalui mekanisme e-purchasing dengan skema mini kompetisi di e-katalog.
“Saat ini kami masih memfinalkan spesifikasi teknis bersama bagian pengadaan. Targetnya paling lambat minggu depan mini kompetisi sudah kami tayangkan di e-katalog,” kata Wartjiantono saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses pengadaan diperkirakan selesai pada akhir Agustus. Selanjutnya, penyedia membutuhkan waktu untuk memproduksi hingga mendistribusikan seragam kepada ribuan siswa penerima.
“Kalau semua tahapan berjalan sesuai jadwal, akhir Agustus proses pengadaan selesai. Kalau sedikit bergeser, pertengahan September sudah mulai kami distribusikan,” ujarnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Kediri menyiapkan tiga jenis seragam gratis bagi siswa baru, yakni seragam nasional, seragam Pramuka, dan seragam olah raga. Dinas Pendidikan memastikan, kualitas bahan tetap mengacu pada standar pengadaan tahun sebelumnya.
Wartjiantono menjelaskan, seluruh penyedia yang mengikuti pengadaan harus terdaftar dalam e-katalog pemerintah dan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Mekanisme tersebut dipilih agar proses berlangsung secara terbuka dan kompetitif.
Kepastian jadwal distribusi itu muncul di tengah meningkatnya keluhan masyarakat mengenai biaya perlengkapan sekolah. Sebelumnya, Dewan Pengawas Saroja, Supriyo, mengaku menerima banyak aduan dari wali murid yang kesulitan memenuhi kebutuhan seragam pada awal tahun ajaran baru. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi beban tersendiri, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan menegaskan program seragam gratis tetap menjadi komitmen Pemerintah Kota Kediri. Meski demikian, masyarakat masih harus menunggu hingga seluruh tahapan pengadaan selesai sebelum bantuan dapat diterima siswa.
Sementara itu, besaran anggaran program masih dalam tahap finalisasi. Namun, apabila mengacu pada pelaksanaan tahun sebelumnya, kebutuhan anggaran pengadaan seragam gratis diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 miliar. (rul)







