SIDOARJO (RadarJatim.id) Untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran dan menu yang disajikan sesuai standar, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) melakukan kunjungan ke SMAN 1 Wonoayu, Wonoayu, Sidoarjo.
BHS memantau penerima manfaat disaat jam makan siang berlangsung. Dari pantauan langsung di lokasi, Dewan Pakar DPP Partai Gerindra memastikan saat itu menu MBG banyak disuka oleh para siswa dan siswi.
“Murid senang sekali ada MBG. Uang saku mereka bisa disimpan, kalau dalam waktu satu tahun sudah bisa melebihi tiga kali PIP (Program Indonesia Pintar),” kata BHS.
Saat itu salah satu siswa menyampaikan sehari bisanya membawa uang saku Rp 100 ribu. Dari uang saku tersebut jika dibelikan makanan tidak sebagus menu MBG yang sudah lengkap ada lauk pauk dan buah.
“Uang saku Rp 10 ribu hanya dapat nasi ayam kecil atau mie instan sama kadang pakai telur. Almadulillah dengan adanya MBG ini para murid jadi semangat belajar,” tambahnya.
Selain penerima manfaat MBG dari para murid, mulai tahun ajaran baru ini para guru juga mendapatkan menu yang sama. Pihaknya berharap program MBG terus dilaksanakan.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Ririn Farida, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan MBG yang dinilai membawa manfaat bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, kehadiran program tersebut disambut antusias oleh siswa sejak pertama kali diterapkan.
”Terima kasih kepada bapak BHS atas monev di SMAN 1 Wonoayu. Anak anak kami sangat antusias denhan makan bergizi gratis ini. Mulai tahun ajaran ini, sekitar pertengahan Juli, bapak ibu guru juga menerima MBG. Menunya sama dengan anak-anak, ada sayur dan lauk sehingga kebutuhan gizi juga terpenuhi,” katanya.
Pihaknya menambahkansebelum adanya MBG, sebagian siswa hanya mengandalkan uang saku sekitar Rp10 ribu untuk membeli makanan di luar sekolah. Dengan nominal tersebut, pilihan makanan bergizi dinilai sangat terbatas sehingga kebutuhan nutrisi harian belum sepenuhnya terpenuhi.
”Sejak MBG berjalan, para siswa tidak hanya memperoleh makanan yang lebih sehat, tetapi juga dapat menyisihkan uang saku mereka. Kondisi itu berdampak positif terhadap semangat belajar karena siswa tetap berenergi hingga kegiatan belajar selesai,” pungkasnya. (RJ1)







