SURABAYA (RadarJatim.id) – Alumni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR), Vito Reyner Adriananda, memperkenalkan komoditas perikanan Indonesia di World Startup Championship 2026.
Ia membawa inovasi startup Mulia Samudra Maju Abadi (MSMA) ke ajang internasional tersebut di Pakistan. Vito juga membuka peluang ekspansi rumput laut dan produk perikanan Indonesia ke pasar Asia Selatan dan Asia Tengah.
MSMA Masuk 100 Startup Terbaik
Vito mengetahui kompetisi tersebut sekitar April–Mei 2026. Informasi itu ia peroleh dari Satriyo Samudra, alumni FPK UNAIR angkatan 2021. Satriyo membagikan informasi kompetisi melalui PASINBIS/ATAVI Universitas Airlangga.
Vito kemudian mendaftarkan MSMA dan melengkapi seluruh persyaratan. MSMA berhasil masuk dalam 100 startup terbaik dari sekitar 4.000 pendaftar. Sebanyak 65 startup kemudian hadir langsung dalam rangkaian kegiatan di Pakistan.
“MSMA mengembangkan bisnis dengan konsep blue economy. Salah satu pendekatannya ialah memanfaatkan tambak terbengkalai untuk kegiatan budidaya yang produktif, ” Katanya.
Dalam kompetisi tersebut, Vito juga melihat peluang ekspansi rumput laut dan komoditas perikanan MSMA ke pasar Pakistan.
Perkenalkan Rumput Laut di Pasar Internasional
World Startup Championship 2026 berlangsung selama tiga hari. Peserta mengikuti bootcamp, konferensi, talkshow, dan speed dating bersama CEO serta pelaku startup. Mereka juga mengikuti presentasi pitch deck dan exhibition.
Pada hari terakhir, MSMA memamerkan produk dan model bisnisnya di Finance & Trade Expo Centre, Lahore. Vito berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa, pelaku usaha, investor, dan peserta dari berbagai negara.
MSMA membawa pendekatan berbeda dalam kompetisi tersebut. Sekitar 70 persen peserta bergerak di bidang teknologi informasi dan human resources.
Sementara itu, MSMA mengembangkan serta memperdagangkan komoditas fisik, terutama rumput laut dan produk perikanan.
Vito menghadapi tantangan ketika memperkenalkan rumput laut kepada peserta dan juri. Sebagian dari mereka belum mengenal komoditas tersebut.
Karena itu, Vito menjelaskan karakteristik, manfaat, budidaya, dan peluang pasar rumput laut dengan bahasa sederhana.
“We never know until we try, so don’t be afraid going long way from home.”
Bangun Koneksi dengan Industri Pakistan
Vito mendapat pengalaman berkesan saat exhibition. Perwakilan Embassy of Pakistan for Indonesia dan Pakistan-Indonesia Business Circle (PIBC) mengunjungi booth MSMA.
Pertemuan tersebut membuka diskusi mengenai peluang kerja sama dengan industri lokal Pakistan.
Koneksi tersebut memberi MSMA akses baru untuk menjajaki pasar internasional. Pengalaman itu juga memperluas pandangan Vito mengenai pengembangan startup.
Menurutnya, bisnis membutuhkan produk yang kuat sekaligus komunikasi tim, kemampuan membaca peluang, dan arah pengembangan yang jelas.
Ke depan, Vito bersama MSMA dan Rejeki Bintang Samudra (RBS) akan menjajaki pasar India, Pakistan, Bangladesh, serta kawasan Teluk. Negara tujuan tersebut meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan komoditas perikanan Indonesia ke pasar global. (RJ1).








