BONDOWOSO (RadarJatim.id) — Dalam upaya memperkuat ikatan silaturahim dan memperluas jaringan konsolidasi gerakan mahasiswa lintas daerah, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya beserta pengurus BEMPAS turut hadir dalam Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Aliansi Eksekutif Bondowoso (AEB). Acara bersejarah bagi pergerakan mahasiswa Bondowoso ini diselenggarakan di Pendopo Bupati Bondowoso, Minggu (20/9/2026).
Kehadiran delegasi dari BEM Pasuruan Raya dalam forum yang mengusung tema “Optimalisasi Kolaborasi dan Konsolidasi Mahasiswa dalam Memperkuat Peran Strategis bagi Terwujudnya Gerakan Transformatif” ini membawa misi penting. Mereka bertujuan menjalin kedekatan emosional dan menyatukan visi dengan aliansi BEM di kawasan Tapal Kuda.
M. Ubaidillah Abdi, Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya menyampaikan, sinergi dan kolaborasi antaraliansi daerah adalah kunci keberhasilan gerakan mahasiswa di era sekarang.
“Kehadiran kami di Bondowoso pada momentum pengukuhan AEB ini bukan sebatas kunjungan seremonial. Kami datang dengan tujuan kuat untuk menjalin kedekatan emosional dengan kawan-kawan aliansi BEM se-Tapal Kuda. Harapannya, kedekatan ini akan menjadi fondasi untuk menjadikan setiap gerakan bersama kita lebih solid, kuat, dan terarah,” tegas Ubai.
Momentum ini juga menjadi titik balik penting bagi pergerakan mahasiswa di Bondowoso itu sendiri. Koordinator AEB, Ahmad Nawawi, dalam sambutannya menegaskan, pengukuhan ini merupakan langkah awal yang nyata sejak aliansi tersebut dibentuk tahun lalu.
“AEB didirikan pada 8 Juli 2025. Hari ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya AEB menyelenggarakan pengukuhan secara resmi,” ujar Ahmad Nawawi.
Nawawi menekankan, organisasi yang dipimpinnya tidak boleh berhenti pada tahap formalitas. Ia berharap AEB tidak hanya menjadi wadah seremonial, tetapi mampu menjadi ruang komunikasi, konsolidasi, penyampaian aspirasi, serta kontribusi nyata mahasiswa terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap langkah mahasiswa ini juga datang dari pemerintah daerah setempat. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyambut baik semangat konsolidasi para mahasiswa. Dalam sambutannya, ia turut bernostalgia dengan membagikan pengalaman ketika aktif dalam organisasi mahasiswa pada era 1980-an.
Ia menilai bahwa organisasi mahasiswa merupakan kawah candradimuka bagi para pemuda. Menurutnya, organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting untuk membangun kapasitas kepemimpinan, ketajaman intelektual, sekaligus memupuk kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui momentum silaturahmi dan pengukuhan ini, BEM Pasuruan Raya dan BEM se-Tapal Kuda berkomitmen untuk terus merapatkan barisan. Keduanya sepakat untuk tidak terjebak pada kegiatan yang bersifat seremonial semata, melainkan siap melahirkan kerja-kerja nyata melalui kajian, advokasi, dan pergerakan yang berdampak positif bagi masyarakat luas wabil khusus Jawa Timur. (bai)







