SIDOARJO (RadarJatim.id) Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kriya di Kabupaten Sidoarjo untuk menembus pasar nasional. Pihaknya juga mendorong ada usaha baru serta meningkatkan kapasitas pelaku industri.
Untuk mewujudkan hal itu setidaknya ada 70 peserta mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) kriya yang digelar melalui kolaborasi Komisi VII DPR RI dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
BHS menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali potensi ekonomi kreatif daerah sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
“Diharapkan dari Bimtek-Bimtek yang dilakukan atas inisiatif DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif ini bisa diterima oleh masyarakat dan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga memunculkan ekonomi-ekonomi baru,” kata BHS disela pelatihan, Jum’at (23/6/2026).
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menambahkan pengembangan usaha kriya perlu didukung akses permodalan, kemudahan perizinan, serta pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan skala bisnisnya. Termasuk kemudahan memperoleh Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui program pembinaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
BHS berharap, dukungan tersebut dapat mendorong pelaku usaha kecil berkembang menjadi usaha menengah hingga besar. DPR RI bersama kementerian juga akan melakukan pemantauan untuk mengetahui sejauh mana materi pelatihan diterapkan dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Setelah itu mereka tentu melakukan usahanya, pengembangan dan sebagainya. Nanti kita monitoring di beberapa waktu yang akan datang apakah manfaatnya besar sekali terhadap ekonomi yang ada di Sidoarjo,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Amir Hamzah mengatakan, Sidoarjo memiliki potensi kriya yang telah dikenal luas, termasuk produk yang mendapat pengakuan di tingkat nasional dan internasional.
Dikatakan pelatihan tersebut sekaligus menjadi upaya mengingatkan kembali masyarakat terhadap kekuatan kriya Sidoarjo yang perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kreativitas dan kualitas produk.
“Kita mengharapkan menggali potensi yang sudah ada. Potensi di Sidoarjo ini sangat besar, kriyanya. Produknya sudah diakui Indonesia bahkan dunia,” ujar Amir.
Ia menilai, penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas produk menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor kriya sekaligus memperluas peluang pasar.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo Rudi Setiawan menambahkan pemerintah daerah akan mengakomodasi kegiatan tersebut melalui koordinasi dan sinkronisasi dengan program kerja daerah.
“Harapannya dengan sinkronisasi dan kolaborasi itu semakin meluaskan kembali, semakin membesarkan kembali pelaku UMKM maupun ekonomi kreatif yang ada di Sidoarjo,” kata Rudi.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah akan disesuaikan dengan kapasitas dan program yang tersedia agar pengembangan pelaku ekonomi kreatif dapat berlangsung secara berkelanjutan. (RJ)







