SIDOARJO (RadarJatim.id) – Dalam pagelaran Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) X di Surabaya pada Tahun 2027, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo membidik perolehan 1.000 poin sekaligus gelar juara umum.
Tentu saja target menjadi juara umum dalam Porprov Jatim X di Surabaya pada Tahun 2027 itu membutuhkan kerja keras dari semua pihak, mulai dari para atlet, pengurus Cabang Olahraga (Cabor) masing-masing hingga masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
Termasuk dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan pihak swasta yang peduli dengan perkembangan olahraga serta generasi muda di kota delta ini.
Rudi Setiawan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengkajian dan peninjauan terkait kebutuhan anggaran untuk mendukung program KONI Sidoarjo dalam memenuhi target juara umum pada Porprov Jatim X di Surabaya Tahun 2027 nanti.
Dikatakan oleh Rudi bahwa Disporapar Sidoarjo saat ini sedang melakukan review dan verifikasi terhadap kebutuhan program yang diajukan oleh KONI Sidoarjo. Pembahasan belum sampai pada penentuan nominal anggaran, karena kebutuhan dan program harus ditelaah terlebih dahulu.
“Jangan berbicara angka dulu, Pak! Kita berbicara program dulu,” kata Rudi saat ditemui dikantornya pada Rabu (4/11/2026) kemarin.
Dijelaskan oleh Rudi bahwa pihkanya tidak menentukan nominal anggaran dalam proses peninjauan tersebut. Peran Disporapar Sidoarjo adalah memeriksa dan memverifikasi usulan kebutuhan, agar program yang diajukan dapat dikaji sebelum masuk ke tahapan pembahasan anggaran berikutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa usulan kebutuhan dari KONI Sidoarjo masih berada pada tahap pengkajian dan telaah program yang diajukan untuk melihat kebutuhan mana saja yang dapat diakomodasi.
“Ya, karena ngomong review, kita tidak berbicara nilai (anggaran, red) dulu,” jelasnya.
Namun, Disporapar Sidoarjo memastikan bahwa sarana-sarana olahraga milik Pemkab Sidoarjo dapat dimanfaatkan oleh atlet-atlet yang akan ikut bertanding dalam Porprov Jatim X di Surabaya Tahun 2027 nanti.
“Fasilitas (olahraga, red) milik pemerintah dapat digunakan untuk kegiatan yang bersifat pemerintahan dan non komersil. Sementara itu penggunaan untuk kepentingan komersial, tetap dikenakan biaya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KONI Sidoarjo, Rafi Wibisono menyampaikan bahwa pihaknya mengusulkan dana hibah sebesar Rp 46,324 Milyar ke Pemkab Sidoarjo guna mengejar target juara umum Porprov X Jatim 2027.
Dalam usulan hibah Tahun Anggaran (TA) 2027 itu, KONI Sidoarjo mencantumkan sejumlah kebutuhan untuk mendukung persiapan Porprov Jatim X 2027. Salah satunya anggaran bonus atlet, pelaksanaan Porprov, pembinaan 59 Cabor, Puslatkab/Bapel, Sekretariat, PSSI/Futsal, Sarana dan prasarana serta beberapa komponen lainya.
Disampaikan oleh Rafi Wibisono bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan dukungan anggaran dari Pemkab Sidoarjo saja. Namun, ia sedang berupaya menggandeng perusahaan melalui forum tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR). Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya menunjang pembinaan dan bonus, tetapi juga membuka peluang kerja bagi atlet-atlet berprestasi.
“Bukan hanya bonus saja yang kita kasih. Kita juga bekerja sama dengan (Forum, red) CSR! Bukan hanya untuk bonus, tapi kita memfungsikan nanti bilamana atlet itu sudah mengharumkan nama Sidoarjo, sehingga akan kita siapkan pekerjaannya,” ujar Rafi usai mengikuti rapat Panitia Khusus (Pansus) IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPPRD) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/11/2026) sore.
Melalui kerjasama tersebut, KONI Sidoarjo berencana meminta kuota atau formasi kepada perusahaan agar atlet-atlet berprestasi memiliki kesempatan melanjutkan jenjang karier setelah menjalani kompetisi.
Menurut Rafi bahwa dukungan dari perusahaan-perusahaan itu diharapkan dapat membantu kebutuhan pembinaan menjelang Porprov Jatim X, salah satunya melalui pelaksanaan Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) yang direncanakan berlangsung dalam 3 tahap.
“Karena, kita kan melaksanakan Puslatcab bukan hanya satu kali. Tapi tiga kali, tiga tahap. Nah, kita butuh bantuan support dari CSR! Apalagi, kita juga belum tahu berapa anggaran yang akan diakomodir oleh Pemkab (Sidoarjo, red),” ungkapnya.
Anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga berupaya memberikan apresiasi yang sepadan kepada atlet dan pelatih berdasarkan pencapaian mereka. Rafi menilai perhatian terhadap kesejahteraan pelaku olahraga perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi.
“Ini bentuk usaha dari kami, biar tidak mengandalkan hibah saja! Kita juga harus mempunyai ikhtiar sendiri, mengusahakan para atlet kita, para pelatih kita agar mendapatkan honor sesuai dengan pencapaiannya,” terangnya.
Selain pembinaan, rencana kerja sama dengan forum CSR diarahkan untuk membuka kesempatan kerja bagi atlet yang memiliki prestasi. Namun, realisasi program tersebut masih membutuhkan tindak lanjut dan kesepakatan dengan perusahaan yang akan dilibatkan.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh KONI Sidoarjo dengan mencari dukungan dari perusahaan-perusahaan, karena pembinaan olahraga perlu didukung berbagai pihak, dan tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja.
Diungkapkan oleh Dhamroni bahwa kreativitas KONI Sidoarjo dalam menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan menjadi salah satu upaya untuk memperluas dukungan terhadap prestasi para atlet.
“Saya salut dengan Ketua Umum (KONI Sidoarjo, red) sekarang ini. Artinya, dia tidak hanya mengandalkan APBD, tapi juga kreatif. Dia menggandeng perusahaan-perusahaan besar untuk berpartisipasi,” ungkap Dhamroni.
Selain dukungan pendanaan, Dhamroni menyoroti pentingnya apresiasi bonus bagi atlet yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo. Adanya dorongan agar bonus atlet ditingkatkan sesuai komitmen yang pernah disampaikan.
“Apresiasi bonus bagi atlet yang mengharumkan nama Sidoarjo, itu perlu! Kemarin juga ada janji untuk menaikkan bonus. Tentunya nanti kita dorong, untuk kita wujudkan,” ucapnya.
Dhamroni juga mengingatkan agar pembinaan tidak diberikan secara seragam tanpa mempertimbangkan potensi prestasi masing-masing Cabor, khususnya yang berpeluang menyumbangkan medali agar mendapatkan perhatian lebih dalam persiapan menuju Porprov Jatim X 2027.
“Penekanannya untuk Cabor-cabor yang berpotensi juara atau mendapatkan medali, pembinaannya harus lebih dari yang lainnya,” pungkasnya. (mams)








