SUMENEP (RadarJatim.id) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep terus memperkuat arah pembangunan pendidikan dengan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, budaya lokal, kedisiplinan, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sejumlah kebijakan strategis mulai diperkuat. Salah satunya melalui penerapan Program Diniyah di seluruh sekolah di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan peserta didik sehingga pendidikan tidak berhenti pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki akhlak, kedisiplinan dan tanggung jawab.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, sebelumnya menegaskan bahwa Program Diniyah mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter siswa.
Langkah penguatan karakter tersebut berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya daerah.
Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026, Disdik Sumenep juga mendorong penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa pengantar utama bagi siswa baru.
“Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025 tentang Mata Pelajaran Bahasa Madura sebagai muatan lokal wajib di sekolah,” tegasnya.
Menatap Pendidikan Sumenep yang Lebih Maju
Di tengah berbagai tantangan pendidikan, Disdik Sumenep memiliki ruang besar untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Penguatan pendidikan karakter melalui Program Diniyah, pelestarian Bahasa Madura, penciptaan lingkungan sekolah yang aman, serta pembenahan tata kelola kepala sekolah menjadi rangkaian langkah yang saling berkaitan.
“Pendidikan yang maju bukan semata-mata diukur dari nilai rapor atau jumlah prestasi yang diraih siswa. Lebih jauh, keberhasilan pendidikan terlihat dari lahirnya generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter kuat, menghormati budaya daerah, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua dan masyarakat, pembangunan pendidikan di Kabupaten Sumenep diharapkan terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik.
“Disdik Sumenep bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga sedang menyiapkan generasi masa depan Sumenep,” tandasnya. (FIK)







