SIDOARJO (RadarJatim.id) — Walaupun baru lulus MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo tahun ajaran 2025/2026 ini, Qotrunnada Kusuma Dyah Pitaloka, putri pasangan Sujani S.sos dan Ustadzah Umi Hanik S.pd (Senior qori’ah nasional) juga sudah hafal hampir 3 juz Al Qur’an.
Sesuai penuturan ayahnya, sejak kandungan usia 3 bulan, Dyah (panggilan sehari-harinya) sudah mendapat bimbingan dari kedua orang tuanya untuk belajar membaca Al Qur’an hingga lahir.
Setelah lahir hingga berusia 2 tahun, juara l lomba MTQ tingkat anak-anak di sekolahnya tersebut, mendapat pengajaran dari ayahnya membaca lafadz suku kata, dan kalimat toyyibah dengan media kertas putih berukuran 20 cm x 20 cm yang bertuliskan spidol merah.
“Sama dengan ketika mengajari saat berada di kandungan, sehari 3 kali,” ungkap Sujani pada (9/6/2026) siang.
Bahkan, Dyah tidak mau jika diajar ibunya mengaji bersama anak-anak tetangga yang belajar ngaji di teras rumahnya. Namun dia selalu hafal dengan doa -doa pendek yang dibacakan anak-anak ketika mengaji.
“Saya lebih gemar baca Al-Qur’an dan ingin menyelesaikan hafalan di masa mondok sebelum lulusan tingkat smp nantinya,” ungkap Dyah disamping ayahnya.
“Saya jadi heran, kenapa kok tiba-tiba bisa membaca sendiri jilid demi jilid. Walaupun tajwidnya belum sempurna,” kata Sujani yang sering dipanggil sebagai Bupati Swasta ini.
Namun ketika sudah lancar membaca kitab qiroati, ibunya menyimak sambil membetulkan bacaan tajwidnya.
Ketika sudah menginjak kelas 3 MI Muslimat NU Pucang, beberapa kali mendapat hadiah uang dari wali kelasnya. Karena selalu angkat tangan ketika gurunya mengumumkan untuk membacakan surat tertentu secara hafalan dihadapan para siswa.
Menurut penuturan ayahnya, setiap hari sering membaca Alqur’an di HP secara berulang ulang tanpa bersuara. Bahkan setiap menjelang tidur selalu membawa Alqur’an untuk dibaca dalam hati hingga tertidur.
Kini Qotrunnada Kusuma Dyah Pitaloka meneruskan jenjang pendidikan agama ya di ponpes Al Mardliyah Tambak beras Jombang. Salah satu pondok khusus penghafal Al-Qur’an dan bersekolah di Mts Mu’allimin Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.
Merupakan salah satu sekolah unggulan terbaik dengan mengutamakan materi pendidikan agama 80 persen.
Sujani mengaku ketiga putra-putrinya semuanya bersekolah di MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo.
Yang pertama Rodhi Iskandar Syah, semester akhir dan selalu langganan juara l lomba baca kitab kuning di pondoknya tempat menimba ilmu agama. Saat masih SMP, berturut turut menjadi Bintang Pelajar sejak kelas l hingga kelas lll.
Yang nomor 2, Achmad Caezar Alam Akbar Al Fattah lulus SMA di Ponpes Al Mardliyah dan sudah hafal 25 juz Al Qur’an dan harus menyelesaikan hingga 30 juz.(mad)







