SIDOARJO (RadarJatim.id) – Kepala SMP Negeri 2 Sidoarjo, Sukardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan menucapan terima kasih kepada jajaran Polresta Sidoarjo atas terselenggaranya program penyuluhan yang berkaitan dengan pencegahan radikalisme, pada (1/11/2026) pagi di Aula SMP Negeri 2 Sidoarjo.
Kegiatan ini sangat penting bagi para siswa, karena mereka mendapatkan informasi awal serta pembekalan mengenai bahaya radikalisme, yang juga berkaitan dengan penggunaan media sosial dan teknologi.
“Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan informasi yang pertama berkaitan dengan radikalisme. Harapan kami, anak-anak dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib serta penuh perhatian,” harap Sukardi.
Ia juga berpesan agar materi yang disampaikan oleh pihak Kepolisian dapat disimak dengan baik dan tidak diabaikan.
“Oleh karena itu kami mendorong agar ilmu yang didapat dari kegiatan ini nantinya bisa diteruskan atau dibagikan kepada adik kelas, kakak kelas, serta lingkungan sekitar, khususnya bagi anak-anak OSIS yang turut hadir dalam acara tersebut, ” tegasnya.
Selain soal radikalisme, pihak sekolah juga memberikan perhatian khusus pada kedisiplinan penggunaan ponsel (handphone) di kalangan pelajar.
Sukardi menegaskan bahwa membawa HP ke sekolah merupakan bentuk pelanggaran apabila tidak digunakan sesuai aturan kegiatan pembelajaran.
“HP harus didisiplinkan dan ditempatkan di loker masing-masing. Kecuali jika nanti digunakan untuk kegiatan pembelajaran, itu harus atas izin guru yang bersangkutan pada saat itu,” tegasnya lagi.

Dengan keguatan ini saya berharap para siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo dapat memahami, mengantisipasi, serta menangkal segala bentuk pengaruh radikalisme. “Sekaligus menjadi teladan dalam bijak bermedia sosial dan menaati aturan sekolah, ” pungkas Pak Sukardi.
Pihak Kepolisian dalam hal ini Waka Polsekta Sidoarjo AKP Joko Priyono menekankan pentingnya peran aktif para siswa untuk mengikuti kegiatan dengan tertib serta menyerap setiap materi yang disampaikan.
Menurutnya generasi pasca-millenial atau generasi muda dinilai sebagai aset masa depan bangsa, sehingga penting bagi mereka untuk menjaga diri dari paparan paham radikal.
“Generasi pasca-millenial adalah anak-anak kita, sehingga kalau anak-anak nanti mendapatkan bekal yang berkaitan dengan radikalisme anak-anak nanti bisa menjaga diri dari hal tersebut,” pesan Waka Polsekta Sidoarjo dihadapan ratusan siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Sidoarjo.(mad)








