GRESIK (RadarJatim.id) — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa dan Karya menggelar seni mozaik bertema “Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) serta Antikorupsi” di halaman kampus, Kamis (5/11/2026). Aksi kreatif ini berlangsung sebagai bentuk kritik sosial terhadap persoalan lingkungan dan korupsi yang saling berkaitan.
Apa yang dilakukan mahasiswa merupakan demonstrasi seni berupa pembuatan seni mozaik bertema karhutla dan antikorupsi. Karya-karya tersebut menampilkan ilustrasi hutan terbakar, asap tebal, hewan yang kehilangan habitat, serta simbol-simbol korupsi, seperti uang dan jabatan yang disalahgunakan.
Selama berunjuk karya, mereka dipandu langsung oleh dosen pengampu Fajar Agus Hari Firmansyah, SPd, MPd. Menurut Fajar, kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menyampaikan kritik melalui media seni.
“Seni adalah cara elegan untuk menyampaikan kritik. Mahasiswa bisa menyuarakan keprihatinan tanpa harus kehilangan estetika,” ujarnya di tengah aksi.
Berdasarkan pemaparan mahasiswa, karhutla dan korupsi merupakan dua persoalan yang saling terkait. Dana yang seharusnya digunakan untuk mencegah kebakaran, menyediakan fasilitas pemadam, dan membantu masyarakat justru disalahgunakan. Akibatnya, ketika kebakaran terjadi, masyarakat harus menanggung dampaknya dengan fasilitas yang terbatas. Melalui seni, mahasiswa ingin mengingatkan publik, bahwa korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghancurkan lingkungan dan kehidupan manusia serta hewan.

Kegiatan digelar di halaman kampus UMG, tepatnya di kelas Lab Terpadu PGSD yang biasa digunakan untuk kegiatan mahasiswa. Karya-karya seni mozaik mahasiswa ini juga akan di pamerkan di sekitar kampus.
Di akhir kegiatan, mahasiswa menyampaikan pesan bersama: melindungi hutan, tidak membakar lahan sembarangan, serta berani menolak segala bentuk korupsi.
“Hutan yang terbakar dapat menghancurkan alam. Sedangkan korupsi dapat menghancurkan masa depan bangsa,” seru salah seorang mahasiswa peserta aksi.
Aksi seni ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata, tetapi menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan dan integritas bangsa. (sha)








